Sabtu, 17 Oktober 2015

Sayang kamu, hari minggu....

Minggu mbak bro, hari yang mungkin sebagian orang akan menantikannya. Selain minggu karena hari 'free' dari aktifitas formal (sekolah, kuliah atau kerja), minggu juga merupakan hari 'free' untuk melakukan apa yang di inginkan, seperti shopping,  hang out bareng temen atau malah bermalas-malasan aja di kamar sambil nonton tv mungkin. Just like i do now hehe....

Hari minggu bagi aku tuh hari bales dendam, karena bisa bangun siang, nonton sepuasnya atau maen sepuasnya.
Ngebahas nonton nih, yang aku tunggu di hari minggu tuh film kartun haha.... film anak-anak? Yups! Nothing wrong with that right?  I like the most. Yah, meskipun ga selalu hari minggu aku nonton kartun, tepatnya anime karena jenis film ini yang paling aku suka untuk di tonton disetiap ada waktu. Dan film anime yang aku paling favorite -in adalah Naruto. Ga pernah ketinggalan tuh tiap episodenya, dimulai dari Naruto kecil sampe dia gede tuh. Nah, selanjutnya anime fav kedua? Umm, ga ada sih urutan kedua cuma apa anime yang aku suka aku tonton. Tapi buat rekomen aja nih aku sebutin anime yang menurut aku seru, di antaranya:

1. Kuroko No Basuke (kuroko's basket)
Dilihat dari judulnya pasti udah tahu kan ini anime bercerita tentang apa? Yups, basket. Cerita di mulai dari si tokoh yang bernama Kuroko dengan jalan permainannya. Dia mendapat julukan 'bayangan ke enam' dari team yang disebut 'kiseki no sedai' atau 'generasi keajaiban' yang dianggap sebagai team yang mengerikan dengan kehebatan permainan basketnya. Namun, Kuroko merasa ada yang salah dengan masing-masing team kiseki no sedai dan memilih mengundurkan diri lalu masuk ke smu yang tidak terkenal dalam olahraga basketnya. Dengan team yang baru yang bernama Sheirin, Kuroko bertekad untuk mengalahkan team Kiseki No Sedai yang personilnya pun sudah berpisah dan memilih smu pilihannya dengan jalan permainan basketnya sendiri.
Yah, tonton aja deh. Seru n kocak lho.

2. Tokyo Ghoul
Bercerita tentang perang antara ras manusia dan ras ghoul di tokyo. Dimana manusia menganggap keberadaan ghoul merupakan ancaman buat populasi manusia karena rantai makanan ghoul adalah manusia. Dan ghoul sendiri pun merasa perlu untuk mempertahankan kehidupannya sesuai dengan naluri ghoulnya, meskipun tidak semua ghoul mengikuti apa yang seharusnya mrnjadi nalurinya dan memilih hidup temtram berbaur dengan manusia dan menyembunyikan identitas ghoulnya. Adalah Kaneki kun, seorang pemuda korban dari keganasan ghoul. Nyawanya hampir melayang karena menjadi santapan seorang ghoul. Beruntung nyawanya terselamatkan. Namun buruknya, dia harus hidup dengan sebagian organ ghoul yang ditanam di tubuhnya. Hidup menjadi setengah manusia dan setengah ghoul. Hidup diantara perang manusia dan ghoul. Hidup untuk menentukan jalan hidupnya untuk menjadi ghoul atau manusia. Yah, tonton juga ini ya. Seru lho, cuma agak sadis hehe....

3. Shingeki No Kyojin (attack on titan)
4. Death Note

Masih banyak sih, cuma bingung kalo nyebutin satu-satu kelamaan. Nanti dech di share anime yang rekomen. Oke mbak bro? ^_^v

I'm back...!!

Hai my blog...  I'm back.  Very long time I'm not visit you,  don't blame me if you have a lazy blogger (am i???) like me  ^_^v
Yah, mulai sekarang aku bakalan rajin nengok kamu kok, blog. Sekedar curcol atau cuma bahas hobi yang ga jelas (ga jelas?? i guess) hehe...

Ga jelas karena bahasan yang dimuat juga tentang sesuatu yang ga menarik, monoton atau... ngebetein. But thats oke, i don't need appreciate to what i write.. aku hanya ingin berbagi hobi ga jelas aku, kisah aku dari yang sedih, senang, marah sampai galau mungkin (always) untuk aku curahin aja. Banyak flash back yang akan dibahas karena hampir semua orang mempunyai kisah dari masa lalu daripada  masa depan (iyalah, siapa yang tau kisah masa depan kayak gimana) Karena untuk sekarang i just do what i can do now, lakuin yang aku lakuin hari ini. Resolusi? Haruskah? Seharusnya 'harus' ada, tapi aku beneran ga punya apa yang jadi resolusi aku ke depannya. Hanya sedikit membangun harapan-harapan kecil aja dan semoga menjadi pencapaian yang besar, bukan hanya sekedar harapan lagi. Aamiin...
Yah, blog jangan bosan aku ganggu ya. ^_^

Senin, 12 Oktober 2015

Cara alami memutihkan wajah

cara alami memutihkan wajah yang gak butuh banyak biaya. Hanya saja memang dibutuhin ketelatenan, atau bahasa normalnya rutin.
Penasaran? Gadis-gadis indonesia memiliki keturunan kulit kuning langsat, meski banyak juga
yang terlahir sawo matang, namun, impian memiliki kulit wajah putih tetep aja jadi topik waktu ngerumpi. Padahal ga semua wajah putih
jadi idaman para adam. Tapi, mau apa lagi, wajah putih dan bersih emang banyak diminati daripada wajah kusam dan kering.
Karenanya, banyak produk kimiawi kemudian memenuhi layar kaca, lembar majalah, dan media
lainnya untuk menawarkan segala hal yang bisa memutihkan wajah. Tapi, itu semua produk
kimiawi. Memang banyak yang telah memperlihatkan khasiatnya, meski banyak juga yang merasa sia-sia.

Eits, jangan patah semangat, masih ada cara alami bikin wajah putih dan segar. Memang sih tetep ngeluarin duit tapi gak banyak? Dan yang pasti dijamin tanpa bahan kimia, alami, mudah didapat. Penasaran? Hehehe..

Oke, ini dia perawatan buat memutihkan wajah:

1. Ambil satu buah Pisang Ambon, kupas kemudian lumatkan hingga halus
2. Tambahkan satu sendok teh : madu, lalu aduk rata
3. Oleskan pada seluruh bagian wajah, termasuk leher, dan diamkan selama 15 menit

> Tips dan Trik Membuat Masker Wajah

Nggak sembarangan lho untuk melakukan facial sendiri, beda dengan di salon, ada cara dan tips
kecantikan yang bisa kamu simak:
> Pilih masker yang khusus hanya untuk satu tipe kulit saja
Bila kamu memiliki kulit kering, cari facial yang akan mengembalikan kelembaban kulit wajah
Pilih facial yang menghaluskan upper derma layer dan memperbarui warna, membersihkan dan mengencangkan wajah.
Selalu bersihkan wajah secara menyeluruh setelah menggunakan masker untuk mendapatkan efek maksimum dari masker wajah yang kamu buat sendiri di rumah

> Cara Membuat Masker Wajah
Bahan masker yang sangat populer adalah madu, yang melembutkan kulit dan juga membersihkan
pori-pori kulit dari kotoran yang menempel di wajah.
Pada kulit wajah yang berminyak, kamu bisa gunakan masker lumpur yang dapat menyeimbangkan kulit yang berminyak.
Sebaliknya, kulit kering dapat menggunakan masker yang terbuat dari glycerin, madu dan minyak. Khusus untuk kulit yang sensitif, kamu bisa menggunakan ginseng dan green tea.
Memiliki kulit wajah yang sehat bersinar memang menjadi dambaan setiap wanita. Tak jarang diantara mereka mencoba berbagai produk
perawatan kulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Mulai dari perawatan kulit yang mampu meremajakan kulit, menghilangkan
kerutan di wajah hingga perawatan pemutih yang mampu membuat kulit nampak cerah bersinar.
Memutihkan kulit bukan hal yang aneh di masa modern seperti sekarang ini, dan ternyata bukan
hanya wanita saja yang melakukan perawatan tersebut. Pria juga tidak mau ketinggalan untuk melakukan hal yang sama. Yakni ingin
memutihkan kulitnya yang kurang putih entah karena tuntutan pekerjaan atau keinginan tersendiri supaya dilirik oleh lawan jenisnya
dalam rangka mencari jodoh. Karena bagaimanapun juga, kulit kering memang tidak sedap untuk dipandang dan disentuh, karena
menimbulkan kesan kurangnya perawatan diri yang pada akhirnya akan menimbulkan kesan negatif dan ilfil oleh lawan jenis.
Kulit wajah adalah hal paling merepotkan bagi tiap wanita. Di antara bahan-bahan aktif yang
sekarang mulai dipakai baik di kedokteran maupun di salon kecantikan untuk memutihkan
kulit adalah dengan cara pengelupasan sel-sel mati seperti produk dengan bahan-bahan aktif.
Kulit yang halus kini sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Karena itu, banyak produk perawatan kulit ditawarkan. Tak hanya memutihkan kulit atau menjaga kelembabannya
saja, tapi juga untuk menjaga agar kulit tetap semulus bayi.

Berikut ada beberapa bahan-bahan untuk membantu Anda memutihkan kulit secara alami agar senantiasa terlihat indah di pandang mata, tidak hanya menghaluskan tetapi juga
menyehatkan.

> Jeruk Nipis
Buah yang satu ini lebih dikenal sebagai penghilang bau amis, atau campuran penyedap makanan. Tapi sebenarnya air jeruk nipis ini juga
banyak manfaatnya untuk kecantikan dan kesehatan. Air yang berasal dari daging buah ini dikenal sanggup membuat pori-pori mengecil dan menghilangkan kelebihan lemak pada jenis kulit berminyak.
Manfaat :
Untuk merapatkan pori-pori kulit. Ambil daging jeruk nipis, oleskan pada kulit wajah. Biasanya di sekitar hidung dan pipi yang pori-porinya terlihat besar. Untuk memutihkan dan menghaluskan kulit. Usapkan potongan jeruk nipis pada wajah
dan kulit bagian tubuh lainnya.

>Alpukat
Konon alpukat banyak sekali nianfaatnya terutama untuk kecantikan. Dengan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa alpukat memang kaya vitamin, mineral dan minyak alami. Alpukat
banyak mengandung vitamin A, C, dan E, zat besi, potasium, niasin, asam pantotenik serta protein yang tidak biasanya terdapat dalam buah.
Semua zat ini berguna bagi keindahan dan kesehatan kulit.
Manfaat :
Sebagai pelembab. Ambil bagian dalam kulit alpukat, yang mengandung humektan, dan
mampu menahan kelembaban kulit. Gosokkan secara lembut ke seputar wajah dan biarkan selama 15 menit. Setelah itu basuhlah wajah menggunakan air dingin. Lakukan malam hari sebelum Anda tidur karena malam hari adalah waktu yang tepat bagi kulit untuk bekerja. Wajah yang terjaga kelembabannya membuat make- up bertahan lama sesudahnya.

> Penggunaan Masker dan Lulur
Penggunaan masker merupakan salah satu upaya untuk mempercantik diri dengan perawatan menggunakan beberapa jenis tumbuhan seperti halnya sayuran. Masker dapat menegangkan dan melicinkan kulit. Penggunaan produk tumbuhan
termasuk dalam pembuatan masker. Kulit yang masih remaja boleh menggunakan masker dari
sayuran seperti ketimun, tomat, bengkuang, kentang, wortel.

> Masker Bengkuang : Dapat memutihkan dan menghilangkan tanda hitam dan pigmentasi di kulit.
> Masker Kentang : Dapat melembutkan dan memutihkan kulit.
> Masker Tomat : Dapat menghaluskan dan melicin

Lakukan perawatan scrubbing khusus untuk wajah (banyak dijual di toko-toko produk kesehatan dan kecantikan) sekurang-kurangnya 1
atau 2 minggu sekali. Kenakan masker sesuai jenis kulit dan kebutuhan Anda (berminyak,
berjerawat, kering atau yang mengandung pemutih dan Iain-lain). Gunakan cream tabir surya pada pagi dan siang hariserta cream
malam yang mengandung pemutih.
Tapi perlu diingat, bila wajah sedang mengalami perawatan dengan zat pemutih, sebaiknya hindari
terpaan langsung sinar matahari karena malah akan membuat iritasi kulit. Atau Anda juga dapat
melakukan perawatan peeling. Perawatan ini harus berhati-hati karena akan mengelupaskan
kulit secara cepat dan sering berakibat iritasi atau kerusakan pada kulit bila penggunaannya
tidak berhati-hati. Terlebih lagi bila jenis kulit wajah Anda tergolong sensitif. Satu hal lagi, bila mengenakan cream pemutih sebaiknya jangan melupakan bagian leher.

CARA MEMUTIHKAN KULIT TUBUH
Lakukan luluran atau srubbing secara teratur (1atau 2 minggu sekali) agar sel-sel kulit mati penyebab kulit kasar dan kusam akan terangkat dan terkelupas. Cara ini akan mempercepat pergantian lapisan sel-sel kulit yang lebih muda
yang dengan sendirinya akan menjadikan permukaan kulit akan tampak segar dan bercahaya. Jangan lupa memakai cream
sunblock setiap kali Anda ke luar rumah pada pagi dan siang hari, agar kulit terlindung dari sinar UV. Pada malam hari kenakan krem
pelembut raga (body lotion) yang mengandung pemutih.

Surat untukmu.... hati

Untukmu hati yang sedang merasakan lara......

Karena salah mengartikan cinta,memberikan segalanya pada yang dicintai hingga meninggalkan bekas yang tak mudah dihapus
sejarah hidupmu. Melupakan sesuatu yang harus dijaga hingga meninggalkan luka yang tak mudah
dihapus tinta sejarah hidupmu...

Hati......
Mengapa tak kau relakan sejenak pada apa yang kau kira tak baik untukmu...?? Jika sulit, endapkan beberapa saat rasa tak terimamu pada apa yang kau jalani.

Untukmu hati yang sedang berusaha tegar....
Ketika hari berjalan terasa berat karena ada ketersiksaan di dalam dada, sulit dilukiskan oleh kata
karena perasaan yang bicara.
Ketika sulit sekali untuk menerima,kadang sering mampir pikiran dan perandaian. Dalam hidup ini ingin sekali kau
meraih keikhlasan. Kau menginginkan yang terbaik dikisahmu ini...

Hati......
Luka yang telah dia toreh untukmu, biar esok ia menjadi kasih sayangmu padanya. Biarkanlah
mengalir dzikir dikidung doamu agar sakit yang kau rasa biar menjadi penawar dosamu. Doa dan
selalu berdoa pada-Nya adalah kunci yang tak pernah mati bagi hati yang tersakiti.

Untukmu hati yang sedang bimbang....
Kau selalu memohon tentang dia....
Bila dia untukmu maka dekatkanlah dan arahkanlah hatinya untuk menerimanya.
Namun jika menolaknya, lewat
angin....afirmasikanlah bahwa dia tak layak untukmu.

Hati.....
Takdir itu milik-Nya. Usaha dan doa milik kita.
Allah Maha Melihat bentuk ikhtiar kita. Ketika Allah telah mengafirmasikan semua
doamu, apalagi yang kau ragukan...??
Mata boleh menangis tapi hati tetap ridho akan ketetapan Allah. Yakini Allah akan memberi ganti yang lebih baik.

Hati....
Allah tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Allah nggak selalu memberikan apa yang kita inginkan tapi yakinlah Allah selalu memberikan yang kita butuhkan. Semoga Allah mengganti
yang telah hilang dan telah pergi. Semoga Allah memberi kesabaran di hati...

Hati.... Akupun sebagai nurani tak lepas doa untukmu.

Ya Allah aku (hati n nurani) berlindung pada-Mu
dari kegelisahan dan kesedihan. Diantara kelemahan hati ini tak bosan ku memohon kekuatan untuk tetap merenda harapan. Agar
bisa bahagia walau tanpa bersamanya. Gantikan yang hilang dan tumbuhkan yang telah patah, ku
ingin bahagia di dunia dan akherat.
Pada-Mu ku mohon segala. Jaga selalu hati ini ya Allah.....

La tahzan (jangan bersedih)... Biarlah bayangnya menjadi gambaran hitam untuk putihmu. Allah udah mengafirmasikan, mungkin dia tak layak untukmu.....
La tahzan....tamie.

Minggu, 07 Desember 2014

DO NOT DISTURB : BEING SUICIDE

Me:  Excuse me,  sir,  can you....

A man who stand on the outskirts of the bridge:  please,  dont stop me.

Me:  Oh,  okay!

A  Man:  Okay?  You will not stop
me?

Me:  Nope!

A  Man:  Why not?

Me:  What the bussiness?  I just want to take a photo.

A Man:  Hah?

Me:  Listen. Look at the mix of reddish sky that dominates the slopes,  rock until the steels of bridge. This painting i wanted to capture by camera. But one that block it.  That is you!

A Man:  Do you understand what i'm doing?

Me:  Yes.  You blocked my perfect photo object.

A Man:  Do you see it,  dont you?

Me:  Flip -flops?

A Man:  Nooo!!  This is.  It bound in my right leg.

Me:  Oh,  that paper?  Why?

A Man:  Why?  You greeted someone who stand on the outskirts of the bridge with - and this is not a paper - this is a letter in laminated,  bound in the leg.
Dont you think it's weird?

Me:  Not really.

A Man:  Are you reporter,  arent you?  Oh,  you are not.  That is digital camera,  right?

Me:  Cannon Powershot A70.  It's beautifull,  right? I bought it last week.

A Man:  Dont you think if i possiblely  intend being suicide?

Me:  Of course.

A Man : So,  why you dont tried to stopped me?

Me:  But you said "dont ", right?

A Man:  Didnt important what i've to  said.  But you wont   right?

Me:  Yes,  i wont!
A Man:  Why?

Me:  Why you want to know?

A Man:  Heh!  I am want being suicide.  And I have to know why there are people who don't want to stop me!

Me:  Suicide is your choose, right?  Whatever! 

A Man:  Then!  See?

Me:  Eh?  No.  See what?

A Man:  I've bored with a world where the humans was unreasonable.  I will suicide as a protest.

Me:  So polite you give that stuff by your leg!

A Man:  Oh,  now you more care about manner? Do I before jump have your permission first?

Me:  I can't read,  sir. Your writes like scribble.

A Man:  Don't joke!!  I read it for you.  'Sorry!  I can't stand anymore.  I've tired.  World.... 
Why you laughing?

Me:  Nope.  I was looking for seamless way to talk that your writing like elementary school created.  But I know,  if you offended,  you will suicide.

A Man:  Ha. Ha. What an elementary school?

Me: Come on... "sorry!  I can't stand anymore ". Better you don't have to suicide.  It's not bad to be example for a childrens about how important then education it is.

A Man: Are you looking for trouble?

Me:  No.  I was looked for my photo object who impossible I take anymore.  Damn it! 
( Step to go )

A Man:  Heh.  Where are you going?

Me:  not your bussiness!

A Man:  Hei.  Hei. 

Me : What??!!

A Man:  The photo will not good.  The blacklight too big,  that can damage of photo results.

Me;  Everyone also knows.  Just use otomatic function,  that's all.

A Man:  That's wrong.  You better used manual focus if you want to take the photo of landscape.
Auto focus relying on the subject contrast and only lead to the brightness,  middle And details.  You are too lazy to know,  if the corner from here too sharp.  You must come down first to get a better view.

Me:  Ahh,  I am....

A Man:  You are the type of person who finger itch,  just want zoom subject then capture it from highest.

Me:  What's wrong with that?

A Man:  High and space of camera can take a big effect to perspective as clarity of the subject and the background is too prominent.  Also zoom,  can be functioned more than cut the frame,  you know?

Me:  What do you mean?

A Man:  Essentially,  better You sale that camera and looking for another hobbies who suit with you.  Fishing,  the example.  In the murky water I guess.

Me: Who is looking for trouble now?

A Man:  You're welcome.
(Jump )
( Hearing shrill sound and object collided )

Me:  Damn it!! 
(Leaving with annoyed )

Donna ( 655 words )
Translated by tamie  ^_^v

Rabu, 08 Oktober 2014

18.00 pm

18.00 pm
Pagi itu suasana sekolah dyta gempar dengan kabar yang bisa membuat bulu kuduk berdiri. Kabarnya ada salah satu siswa yang karena ada kegiatan tambahan hingga pulang melebihi jam peraturan yang  diterapkan sekolah, yaitu semua siswa dilarang berada di area sekolah lebih dari jam 18.00. Entah apa alasan pihak sekolah membuat peraturan seperti itu. Yang pasti bila ada siswa yang berani melanggar akan diskorsing. Siswa itu menuturkan bahwa dimalam kejadian telah melihat penampakan hantu wanita yang berjalan melayang disekitar kelas paling pojok yang konon katanya telah dihuni makhluk lain karena dibiarkan lama tak diisi. Tak jauh dari kelas kosong tersebut ada sebuah taman kecil beralaskan rumput. Ditengahnya terdapat dua patung hewan kijang, yang satu kepalanya merunduk sedangkan yang satunya lagi berkepala tegak. Siswa itu pun menambahkan kalau kedua patung tersebut pun bergerak hidup layaknya hewan hidup kebanyakan.
Kegemparan atas kejadian yang dialami siswa tadi malam itu langsung membuat banyak tanya dikepala semua penghuni sekolahan itu, termasuk Dyta 'en the gank. Dyta memang merasa heran dengan peraturan yang dbuat sekolah tentang dibatasinya siswa untuk beraktifitas diluar jam sekolah sampai malam, padahal terkadang untuk mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan ektrakulikuler bisa menghabiskan waktu sampai malam walaupun jauh dari kata larut. Seperti sekolah lain yang membebaskan siswa-siswanya untuk beraktifitas sampai malam. Maka kejadian tadi malam membuat Dyta berpikir negatif bahwa semua itu ada kaitannya dengan peraturan yang diterapkan sekolah. Ada rahasia apakah di sekolah pada jam 18.00?.
“ Semua kabar itu bohong! Itu hanya omong kosong siswa yang ingin mencari sensasi saja.” seru salah satu guru ketika ditanya perihal kebenaran kejadian yang dialami siswa itu.
“ Lalu kenapa ada peraturan tentang dibatasinya waktu sampai 18.00? Apa ada kaitannya dengan kejadian siswa itu?” tanya gina, teman Dyta yang exited dengan hal yang berbau mistis atau horor.
“ Bukan begitulah. Pihak sekolah hanya tak ingin bertanggung jawab bila ada siswa terlambat pulang  ke rumah” dalih guru itu .
Semakin banyak tanya yang diajukan para murid, semakin pintar juga guru-guru berdalih tapi sekeras apapun dalih yang dilontarkan para guru tak membuat siswa-siswa diam begitu saja untuk tidak merasa penasaran.
“ Aku yakin pasti ada misteri kenapa jam 18.00 sekolah harus sudah ditutup” ucap Gina dengan mimik muka super serius.
“ Ehm, nggak begitu juga. Aku pikir, bisa jadi kejadian itu hanya halusinasi anak itu saja, karena dia sendirian hingga pikiran paranoid hinggap dikepalanya apalagi suasana sekolah begitu sepi dan gelap.” tepis Andri menyanggah pernyataan Gina.
Dan wajar kalau Andri berkata seperti itu. Bagi Andri hal yang bersifat takhayul dan mistis itu tidak ada. Menurut Andri, rasa takut merupakan perasaan paranoid yang diciptakan oleh diri sendiri hingga menyebabkan halusinasi pada orang yang bersangkutan. Andri sama sekali tidak percaya adanya hantu atau setan sekalipun. Gina hanya terdiam mendengar ucapan Andri, begitu juga Dyta.

Sekolah tampak lenggang dan sepi seusai lonceng pulang berbunyi. Mungkin hanya beberapa siswa yang terlihat masih tinggal disekolah karena kegiatan ekstrakulikuler atau hanya sekedar nongkrong saja. Begitupun Dyta yang tidak segera pulang seusai bel berbunyi. Hari ini Dyta ada tugas piket membereskan buku-buku diperpustakaan. Harusnya tugas piket dikerjakan oleh dua orang tapi karena teman piket Dyta tidak masuk sekolah maka mau nggak Dyta harus mengerjakannya sendiri. Suasana perpustakaan seusai bubar sekolah tampak sepi, hanya beberapa orang yang masih tinggal diperpustakaan. Tak lama satu persatu mereka pun meninggalkan perpustakaan dan membiarkan Dyta bertugas sendirian. Tanpa ada seorang pun. Dyta melirik jam tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul empat sore. Dalam hening Dyta melihat kesekeliling perpustakaan, sunyi dan sepi. Tiba-tiba Dyta teringat kejadian yang dialami siswa lain tadi malam, terlebih lagi kejadian tersebut terjadi dilorong koridor dekat kelas kosong yang sudah lama tak terpakai dan dibiarkan begitu saja berantakan. Dyta baru sadar kalau kelas kosong itu letaknya tepat bersebelahan dengan perpustakaan. Pikiran buruk seketika hinggap dikepala Dyta. Tanpa pikir panjang Dyta segera membereskan buku-buku yang tergeletak dimeja untuk dipindahkan ke rak agar bisa selesai sebelum jam lima sore.

Tiba-tiba Dyta merasakan angin dingin berhembus disekitar kepalanya yang disertai suara aneh yang samar. Dyta terdiam sejenak dan mengusap kepalanya perlahan seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tetap sepi dan lebih sunyi.
“BRAAKK”  suara kursi jatuh terdengar keras hingga membuat jantung Dyta serasa copot, kaget. Dyta kemudian berjalan perlahan kearah suara. Dengan jantung berdetak cepat tentunya. Terlihat sebuah kursi memang tergeletak adanya. Dyta segera membenarkan posisi kursi ke posisi semula. Tapi belum lama Dyta membenarkan posisi kursi yang tiba-tiba terjatuh, kembali Dyta dikagetkan dengan suara jendela yang terbuka dengan suara yang keras. Dan seketika halaman sekolah dengan taman kecilnya pun terlihat. Taman yang terdapat dua patung kijang yang kabarnya pada kejadian malam itu terlihat hidup. Tak lama disusul suara buku-buku yang berjatuhan. Sesaat jantung Dyta serasa berhenti berdetak. Rasa takut seketika menjalar dari ujung rambut hingga kaki. Dyta tidak pernah berpikir kalau semua kejadian diruang perpustakaan ini bukan tanpa sengaja adanya. Dyta menelan ludah. Mukanya tampak pucat karena perasaan takut. Perlahan Dyta berjalan mendekati jendela. Detak jantungnya bergemuruh tak beraturan.
Perlahan Dyta menutup jendela, tetapi belum sepenuhnya jendela tertutup, Dyta melihat sekelebat bayangan putih melintas didepannya. Saking kaget Dyta melonjak mundur kebelakang.
‘Apa itu tadi??’ guman Dyta lirih bercampur kaget.
“ Kamu belum pulang?” tiba-tiba muncul suara parau yang bertanya dibelakang Dyta.
Dyta kontan menoleh kearah suara. Belum sedikitpun Dyta meredakan rasa terkejut dan takutnya dengan kejadian-kejadian diperpustakaan ini, Dyta kembali dikagetkan dengan suara parau dibelakangnya yang ternyata seorang cewek, mungkin salah satu siswi sekolah ini. Dyta menatap cewek yang ada dihadapannya itu. Cantik dengan rambut panjang sepinggang terurai. Tapi, kenapa mukanya begitu pucat?.
“ Kamu belum pulang?” tanyanya kembali.
“ Belum. Aku piket membereskan ruangan perpustakaan.” Jawab Dyta dengan suara agak terbata.
“ Sudah hampir magrib, kamu sebaiknya pulang saja. Ruangan perpustakaan biar aku yang bereskan.” Ucap cewek itu, tanpa ekpresi.
Dyta melirik jam tangan. Ah, ternyata benar. Sudah pukul lima sore,
“ Tapi... masih banyak buku yang belum dibereskan.”
“ Nggak apa-apa. Kamu pulang saja. Sebelum terjadi hal yang tidak kamu inginkan”
Dyta terdiam mendengar ucapan cewek itu. Maksudnya apa?.
Tanpa pikir panjang Dyta mengiyakan ucapan cewek itu untuk secepatnya pulang sebelum magrib. Setelah mengucapkan terima kasih, Dyta bergegas meninggalkan perpustakaan dan keluar dari area sekolah yang pada sore hari terasa sekali keangkerannya.

“ Seriusan, nih? Siswi aneh?” tanya Gina heran setelah mendengar cerita Dyta.
Dyta mengangguk pelan, mengiyakan.
“ Ehm... cewek yang cukup memcurigakan. Dia tahu kalau waktu bila menunjukan pukul 18.00 tepatnya hampir magrib akan terjadi hal yang tidak baik, tapi kenapa dia masih tinggal di area sekolah? Kayaknya itu cewek mengetahui sesuatu yang jadi pertanyaan semua siswa disekolah ini. Sebuah misteri kenapa sekolah menerapkan peraturan agar siswa tidak berada di area sekolah tepat jam 18.00.” Andri ikut menimpali.
“ Kita coba saja tinggal di area sekolah sampai magrib tiba, bagaimana?” ajak Gina yang langsung disambut gelengan tegas Dyta. Hal gila seperti itu tidak mungkin di iyakan Dyta apalagi sesudah kejadian kemarin sore ketika dirinya berada diperpustakaan, banyak kejadian yang membuat dirinya serasa susah untuk sekedar bernafas.
“ Kamu jangan gila, Gin. Aku nggak mau jantung copot gara-gara mengalami hal menyeramkan.” Dyta menolak tegas.
“ Nggak akan lah, Dyt. Kita hanya ingin tahu saja kebenaran tentang kabar itu. Ingin membuktikan juga, apa yang menjadi alasan pihak sekolah membuat peraturan seperti itu.” Gina berusaha meyakinkan Dyta tentang rencananya.
Dyta tetap menggelengkan kepala. Dyta sadar betul kalau dirinya adalah tipe orang yang lumayan penakut. Maka, benar-benar tindakan yang bodoh bila dia mau melakukan hal yang menjadi pantangannya.

Bel tanda berakhirnya kegiatan sekolah berbunyi. Semua siswa dengan kompak berhamburan keluar kelas. Begitupun dengan Dyta, tak ingin mencoba berlama-lama berada disekolah semenjak kejadian kemarin. Tidak semua siswa memang usai belajar langsung bergegas pulang. Ada yang karena mengerjakan tugas tambahan membuat sebagian siswa terpaksa tinggal di sekolah untuk menyelesaikannya. Dyta bergegas keluar dari kelas ketika bel berbunyi tanda berakhirnya pelajaran. Awalnya Dyta berencana untuk bolos ekstrakulikuler kesenian hari ini, Dyta merasa cukup sekali saja merasakan ketegangan karena perasaan takut  apabila berlama-lama tinggal di area sekolah. Suasana sekolah sore hari benar-benar tidak bersahabat. Tapi sial bagi Dyta, niat bolosnya ketahuan pembina eskul maka mau tak mau Dyta pun terpaksa ikut.

Selama kegiatan eskul berlangsung, entah kenapa perasaan Dyta tak menentu. Apalagi ketika Dyta disuruh mengambil peralatan eskul diruang perlengkapan yang letaknya tak jauh dari perpustakaan. Dengan malas Dyta pun pergi keruang perlengkapan.
“ Neng… Neng Dyta.” Panggil seseorang dari belakang
Dyta menoleh kearah suara yag ternyata Pak Kirman, penjaga sekolah.
“ Mau mengambil peralatan kesenian, neng?” Tanya Pak Kirman.
Dyta mengangguk.
“ Iya, Pak.”
“ Maaf, neng. Neng ambil saja peralatannya diruang perpustakaan, tadi ruang peralatannya harus dikosongkan dulu jadi semua barang keperluan eskul sementara berada diperpustakaan” kata Pak Kirman menjelaskan.
Dyta terdiam. Mungkin daritadi perasaannya nggak menentu karena tahu akan terjadi hal seperti ini.
“ Oh iya, neng… lain kali kalau mau berada lama di sekolah, beritahu bapak, ya. Takutnya neng nanti ke kunci. Neng kan tahu peraturan sekolah melarang siswanya berada di sekolah lebih dari jam 18.00” timpalnya lagi.
“ Tapi bukan saya, kok kemarin yang pulang terakhir. Masih ada siswi lain yang berada di perpustakaan” Ucap Dyta.
“ Setahu bapak, neng yang terakhir pulang”
Dyta lalu menjelaskan semuanya berikut tentang siswi yang ditemuinya sewaktu diperpustakaan. Dyta juga menjelaskan cirri-ciri siswi tersebut.
Pak Kirman langsung terdiam. Ditatapnya Dyta dengan penuh heran.
“ Bapak tahu siswi yang ciri-cirinya neng sebutkan itu, dia memang siswi sekolah ini tapi neng, siswi tersebut sudah meninggal.”
Deg. Jantung Dyta serasa berhenti berdetak mendengar ucapan Pak Kirman. Dyta segera mengambil peralatan kesenian dengan ditemani Pak Kirman lalu bergegas pergi.

Eskul hari ini dirasa sangat menyita waktu bagi Dyta. Jam setengah enam Dyta baru menyelesaikan eskulnya. Dengan ditemani Gina dan Andri, Dyta membereskan peralatan eskulnya lalu membawanya ke ruang perpustakaan untuk disimpan kembali. “ Cepetan, dong jalannya. Sudah hampir jam magrib, nih.” Ucap Dyta.
“ Sabar, berat nih peralatannya.”
Dyta, Gina dan Andri bergegas memasuki ruangan perpustakaan. Ruangan tampak sepi dan sunyi dengan rak-rak berjejer rapi. Andri merasakan suasana menyeramkan yang benar-benar membuat perasaan tak menentu.
“ Perasaan aku nggak enak begini. Cepat-cepet beresin terus cabut.” Ucap Andri yang di iyakan oleh Dyta dan Gina.
Dyta dan Andri segera menyimpan peralatan dan sedikit membereskan posisinya biar tidak berantakan. Lalu tanpa mensia-siaan waktu Dyta, Andri dan Gina bergegas meninggalkan ruangan perpustakaan. Tapi baru beberapa langkah berjalan tiba-tiba pintu perpustakaan tertutup dengan sendirinya. Andri segera berlari menuju pintu dan berusaha membukanya. Tapi pintu tidak dapat terbuka.
“ Kenapa pintunya tertutup sendiri, sih?” Tanya Gina heran.
“ Sekarang sudah jam 18.00. kalian ingat nggak cerita aku kemarin?” ucap Dyta agak terbata. Rasa takut sedikit demi sedikit hinggap didiri Dyta, begitupun Gina.
“ Dri, cepat buka pintunya. Masa cowok nggak bisa membuka pintu, sih?” Gina mulai panik.
“ BRAAAKKK” suara benda jatuh terdengar keras menggema. Semuanya tampak diam tercekat. Disusul dengan suara buku-buku yang berjatuhan kelantai. Semuanya langsung panik. Andri terus berusaha membuka pintu, tapi sia-sia sedikitpun pintu nggak bergeser.
“ Kalian belum pulang? Sudah hampir magrib, lho?”
Semuanya diam tercekat mendengar suara parau yang tiba-tiba terdengar dari arah belakang. Terutama Dyta, wajahnya langsung pucat pasi mendengar kalimat itu.
Andri perlahan menoleh ke belakang, kearah suara sedangkan Dyta dan Gina saling berpelukan karena takut. Tak ada siapa-siapa.
“ Wooiii… siapa diluar, tolong bukakan pintu.” Teriak Andri seraya menggedor-gedor pintu.
“ BRAAKKK”  kembali suara benda jatuh terdengar, kali ini lebih keras. Tak lama, disusul suara senandung lirih.
Semua tampak panik. Andri yang hilang kesabaran akhirnya mendobrak pintu dengan sekuat tenaga, dibantu Dyta dan Gina.

Andri, Dyta dan Gina bergegas keluar ketika akhirnya pintu berhasil terbuka, meskipun harus didobrak. Mereka segera berlari menjauh dari ruang perpustakaan. seketika lari mereka terhenti ketika dilihatnya ada seekor kijang yang menghalangi. Matanya bersinar merah menatap tajam kearah mereka. Dyta menoleh kearah taman kecil dimana patung kijang berada. Dan… astaga, patung kijangnya nggak ada.
Gina yang ketakutan menjerit histeris.
“ Balik arah, lewat sini.” Andri berteriak seraya berlari yang di ikuti Dyta dan Gina.
Mereka berlari melalui koridor melewati kelas demi kelas menuju gerbang keluar. Tapi, lagi-lagi lari mereka terhenti dan muka mereka pun tercekat melihat sosok yang menghadang mereka.
Sosok perempuan yang memakai pakaian putih dengan rambut panjang terurai dan wajah merunduk tengah menghadang mereka. Sosok itu berjalan pelan dengan kaki terseok-seok mendekati mereka. Gina dan Dyta berteriak histeris.
“ Lari cepat ke arah belakang..!!” teriak Andri.
Dyta dan Gina pun berlari mengikuti Andri dengan uraian airmata saking takutnya. Entah mimpi apa malam-malam kemarin hingga harus mengalami hal menegangkan seperti ini. Ditengah larinya, Gina sekilas melihat kearah belakang.
‘astagaaa…’ makhluk itu terus mengikuti. Langkahnya yang terseok-seok malah semakin cepat mengikuti. Gina semakin histeris hingga lututnya terasa bergetar lemas, dan akhirnya terjatuh. Dyta sekuat tenaga berusaha mengangkat tubuh Gina agar cepat berdiri.
“ Andri, tolong Gina…” teriak Dyta. Namun Andri tak mendengar dan berlari semakin jauh meninggalkan Dyta dan Gina yang terjatuh. Dyta panik. Dilihatnya arah belakang dimana makhluk perempuan itu mengejar. Tapi, makhluk itu tiba-tiba menghilang. Dyta mengedarkan pandangan keseluruh penjuru, tetap makhluk itu tidak ada. Dyta segera membangkitkan Gina yang terjatuh lalu berusaha berlari kembali, dan….
“ Aaaaaarrrgggghh….” Gina dan Dyta berteriak hisretis ketika dilihatnya makhluk perempuan itu sudah ada dihadapan mereka. Sangat dekat bahkan. Gina langsung tak sadarkan diri. Sedangkan Dyta beringsut mundur seraya menangis melihat makhluk yang sedari tadi mengejarnya sudah berada dihadapan wajahnya.
Terlihat dengan jelas wajah makhluk itu. Dengan kulit keriput dan bola mata yang…astaga, putih semua. Bibirnya menyeringai mengeluarkan tawa yang mengekeh menakutkan . Dyta menutup matanya, tak sanggup melihat kengerian yang ada dihadapannya. Bibir Dyta komat-kamit melafadzkan doa yang tak henti.

Suasana hening. Tak ada suara tawa ataupun suara langkah terseok. Perlahan Dyta membuka mata. Mahkluk itu tak ada lagi dihadapannya. Dyta membuka mata lebar-lebar seraya mengatur nafasnya yang terengah-engah. Tapi tiba-tiba Dyta merasakan hembusan nafas berasal dari sampingnya. Dengan jantung berdetak, Dyta perlahan menoleh kesamping dan… astaga, makhluk itu berada tepat disamping Dyta dengan wajah menyeramkannya. Dyta kontan memalingkan muka dan tanpa melihat keadaan kepala Dyta terantuk tembok dan tak sadarkan diri.

Ketika membuka mata, Dyta melihat sudah banyak kerumunan orang. Mulai dari Pak Kirman, guru wali kelas dan kepala sekolah juga orang tua Dyta. Terlihat juga Andri yang tengah berdiri dihadapan Dyta seraya tersenyum tipis. Kulihat juga Gina dibopong yang ternyata masih tak sadarkan diri. Setelah suasana tenang dan kondusif, Dyta menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Semua orang yang mendengarkan terdiam, terutama Pak Kepsek.
Esok harinya, sekolah mendadak diliburkan selama seminggu. Dan atas permintaan Pak Kepsek untuk merahasiakan kejadian yang terjadi dan berjanji akan mengusut semuanya hingga tuntas.

Dyta termenung dikamar. Kejadian menegangkan yang menimpa dirinya tak akan pernah ia lupakan. Kejadian yang untuk seumur hidupnya baru pertama kali terjadi ini akan menjadi cerita tersendiri didalam hidupnya.



















Kau bukan untukku...

Valentine, Kau Memang Bukan Untukku...

Valentine is coming. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana-mana penuh dengan hiasan warna pink. Di mall-mall semua barang atau baju yang dipamerkan bernuansa pink, mulai dari kado berbentuk hati dengan pita pink, baju atau sepatu yang disenadakan dengan tema bulan kasih sayang yang biasa disebut valentine pun dipajang bahkan asesoris yang terkecil pun tak luput dari 'sindrom' pink. Aku sempat kagum dengan warna pink, karena diantara semua warna yang ada hanya warna pink-lah yang mempunyai satu hari spesial dalam satu tahun dan paling digandrungi setiap orang terutama anak-anak remaja.
“Semua serba pink. Mulai dari baju, sepatu, asesoris bahkan toko-toko atau mall pun mendadak disulap menjadi nuansa warna pink. Cuma perabotan dapur saja kali yang nggak ada warna pink“ cerocos Nitnot, teman sekelasku. Aku tersenyum mendengarnya.
“Iyalah. Mana ada kompor warna pink, panci atau wajan pink kecuali kalau lu bikin sendiri spesial edisi valentine“ timpal Novi.
“Iya, dari dulu kan warna panci atau wajan kalau nggak silver, ya hitam, nggak ada warna lain“
“Emang ada panci atau wajan warna hitam?“ tanya Novi heran.
“Ada lah. Itu panci yang udah gosong soalnya lama dipake buat masak. Gosongnya juga cuma dipantatnya doang lagi hehehe...” Nitnot ngakak melihat ekpresi wajah masam Novi.
Aku hanya tersenyum mendengar ocehan kedua sahabatku itu.
Suasana kantin sekolah nampak lain. Bukan karena ikut-ikutan bernuansa pink tapi lebih melihat para siswi-siswi cewek yang tampak lain dari biasanya. Dari asesoris yang dipakai sampai obrolan pun membahas hal sama semua. Valentine days. Mungkin karena sekarang bulan februari maka tema obrolan para remaja pun tak jauh dari valentine, coklat, atau kado yang dinanti dari sang pacar. Kado yang berupa barang atau berupa kencan semalam. Bahkan kemarin-kemarin dalam surat kabar yang aku baca sempat ada kabar sebuah toko coklat yang didemo para warga mengenai kado valentine. Apa sebab sampai toko coklat tersebut didemo warga? Ternyata, entah ide dari si pemilik toko atau siapa, setiap pembelian coklat di toko tersebut akan mendapat satu bungkus alat kontrasepsi alias kondom. Naudzubillah. Bukankah itu berarti toko tersebut menyarankan atau memberi peluang bagi kaum remaja di hari yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang itu untuk melakukan hal tidak senonoh sebelum waktunya? Mungkin hal tersebut yang memicu kemarahan warga atas tindakan toko tersebut.
“Kenapa harus warna pink, sih?” tanya Nitnot tiba-tiba. Pandangannya mengedar keseluruh ruangan kantin. Diperhatikannya satu persatu tingkah dan obrolan siswi lain.
“Kenapa nggak warna hitam atau warna lain?” timpalnya lagi.
“Karena warna hitam udah dipake Deddy corbuzeir. Norak kali kalau melihat seorang Deddy sang mentalist memakai warna pink” jawab Novi sekenanya. Disantapnya dengan lahap bakso yang terhidang didepannya. Nitnot manyun.

Aku termenung. Tiba-tiba ingatanku tertuju pada Andri, seorang sahabat sekaligus seseorang yang aku cinta. Meskipun terlambat aku menyadarinya. Valentine hampir tiba tapi aku belum menyiapkan apa-apa untuk sekedar memberi sesuatu di hari kasih sayang itu. Tapi aku ragu kalau Andri mau menerima pemberianku setelah memiliki gadis lain yang dia sayangi, bukan aku. Aku tahu, Andri menjauh karena kesalahanku, Andri acuh karena keegoisanku. Tak sedikitpun aku mau mengerti perasaannya. Aku menyesal, sungguh aku menyesal. Dalam termenung, siluet-siluet masa lalu menyeretku pada kenanganku bersama Andri dimana hari-hari dalam beberapa tahun ini aku habiskan bersamanya sebagai seorang 'sahabat’, pada awalnya dan berubah menjadi perasaan cinta pada akhirnya. Itupun aku terlambat menyadari perasaanku karena dia telah ada yang memiliki.
Rasa sayang akan terasa berbeda tergantung bagaimana kita memaknai. Dari rasa sayang terhadap orang tua, pacar, ataupun sahabat sekalipun mempunyai porsi yang berbeda-beda tergantung hati yang menyampaikan. Dan pada dasarnya setiap detiknya hati manusia bisa berubah. Itulah bukti kuasa Tuhan sebagai Dzat Maha Membolak-balikkan hati manusia.
Bukan karena sekarang bulan 'kasih sayang' atau biasa disebut 'valentine' lalu akupun terkena syndrom merah jambu dengan ikut-ikutan mengumbar keromantisan terhadap orang yang disayang atau dengan memakai baju beserta asesoris dengan nuansa merah jambu, tidak. Apalagi aku yang notabene berstatus 'high quality jomblo' ini merasa tidak ada gunanya terkena latah hari merah jambu itu. Ya, tidak berguna karena pada siapa aku memberikan rasa sayang yang spesial itu? Secara aku jomblo. Memang sih, rasa sayang tidak harus ditujukan pada pacar saja, tapi pada orang-orang disekitar kita juga bisa, contohnnya memberikan rasa sayang terhadap sahabat mungkin.
Dan mendengar kata sahabat pikiranku langsung tertuju pada seorang cowok yang selalu menemani hari-hariku tanpa aku minta.  Andrian namanya, orang yang aku sebut sebagai sahabat itu. Seorang sahabat yang care, selalu melimpahkan rasa sayang dan perhatiannya. Seorang sahabat yang peduli, selalu berusaha ada ketika dibutuhkan. Dan seorang sahabat yang menyenangkan, selalu menjadi hiburan disegala suasana. Dia tidak pernah mengeluh ketika kupingnya aku jejali dengan curhatan dan keluhanku atau sekedar menemaniku ke tempat yang aku suka. Dia selalu sabar dengan sikapku yang terkadang cuek dan terkesan egois. Aku selalu merasa nyaman untuk selalu berada di dekatnya, sebagai seorang sahabat- tak lebih.Pernah suatu ketika ada beberapa teman yang berceloteh menyatakan hal yang sama, dan jawabanku selalu sama pula.
“Wah, kalian makin lengket saja. Kenapa nggak diresmikan saja hubungannya? Jadian gitu.” Aku tersenyum mendengar pertanyaan yang sama dari mulut yang berbeda.“Kita sampai kapan pun cuma sahabat, nggak lebih“ Ucapku kala itu.
Dan aku tidak memperdulikan perasaan Andrian seperti apa ketika mendengar jawabanku yang sama dari pertanyaan tiap mulut yang berbeda itu. Meng-iya-kankah? Marah? Atau kecewa? Aku tidak tahu dan rasa egoisku mengatakan aku tidak ingin memperdulikan hal itu. Dikamusku tidak ada istilah 'dari temen menjadi demen'. Bermula dari sahabat akan tetap menjadi sahabat.
Ternyata Tuhan berkehendak lain terhadap perasaanku, karena satu tahun terakhir ini aku merasakan rasa sayang yang berbeda dari biasanya. Tuhan mengujiku dengan memberikan rasa sayang terhadap laki-laki yang hampir empat tahun ini aku sebut sebagai 'sahabat' dengan mengubah rasa sayang yang aku sinyalir sebagai 'sayang seorang sahabat ' menjadi rasa 'sayang' yang disertai perasaan 'egois', ingin memiliki seutuhnya. Rasa sayang yang melebihi rasa suka dan cinta. Rasa sayang yang menguras emosi. Aku menyadari itu semua ketika kehilangan perhatian Andrian. Entah apa yang terjadi, Andrian berubah sikap seratus delapan puluh derajat padaku. Sering menghindar ketika kuhampiri, sering menolak ketika aku mengajaknya jalan dan rasa perhatiannya pun tak lagi kurasakan. Aku tidak tahu apa yang membuat Andrian seolah menjauhiku.
Dan akhirnya aku tahu alasan kenapa Andrian berubah sikap padaku. Aku memergoki dia bersama seorang gadis. Ah, ternyata dia tengah dekat dengan gadis lain yang aku pun mengenalnya walau sepintas lewat. Campur aduk perasaanku saat itu. Ingin marah, kecewa, sedih dan perasaan lain yang tak bisa diungkapkan. Kenapa dia tidak jujur saja padaku kalau ada gadis lain disampingnya. Kenapa hanya diam dan menghindar seolah keberadaanku tak pernah ada. Kenapa dan kenapa selalu jadi tanya hatiku. Sedih tapi tak bisa aku ungkapkan.
“Sikapmu berubah, kenapa?” tanyaku suatu hari.
“Kenapa? Tanya saja pada dirimu sendiri“ jawabnya acuh.
“Kenapa kamu seolah menyalahkanku dengan perubahan sikap kamu? Salah aku apa?”Andrian diam, tak menyahut.
“Aku nggak suka kamu dekat dengan dia?”
“Kenapa? Kita kan cuma sahabat jadi nggak masalah, kan aku dekat dengan cewek manapun“ ucapnya seraya menatapku lekat lalu beranjak pergi meninggalkanku.
Aku termangu mendengarnya, baru menyadari sesuatu. Ternyata Andrian marah dengan ucapanku tempo hari. Marah karena aku selalu menganggapnya sebagai sahabat? Apa itu berarti Andrian memiliki perasaan yang berbeda sama halnya denganku? Perasaan yang berbeda untuk menjadi seorang sahabat?Semakin hari keberadaanku semakin tersisihkan karena kehadiran gadis itu yang telah mengusik perhatiannya. Aku sempat bertanya dan marah dengan perubahan sikap dia terhadapku. Dia hanya menjawab singkat 'kita hanya sahabat, kan?.Aku hanya bisa diam. Diam ketika semakin hari melihat dia semakin dekat dengan gadis itu. Kenapa aku terlambat menyadari perasaanku ketika dia sudah berpaling pada gadis lain. Menyadari bahwa sebenarnya aku menyayangi dia bukan hanya sekedar sahabat“Hai! melamun saja. Udah bel, kita masuk kelas, yuk” ujar Novi membuyarkan lamunanku.
Aku mengangguk pelan lalu beranjak melangkah mengikuti Novi dan Nitnot.
Pagi itu semua tampak sibuk dengan adanya acara valentine night party. Mulai dari panitia penyenggara, yang notabene anak dari kepala yayasan sekolahku itu sampai dari para siswa-siswinya. Ada yang sibuk membicarakan masalah kostum bahkan sampai sibuk mencari gebetan buat teman kencan di party nanti.
“Miris aku melihat mereka. Valentine yang jelas-jelas bukan budaya ataupun tradisi kita tapi begitu digemborkan perayaannya sampai menjadi budaya tiap tahunnya. Lalu bagaimana dengan maulud Nabi yang jelas-jelas lebih harus diutamakan? Cuma segelintir orang yang merayakannya.” kata Aisyah, teman sebangku tiba-tiba berkomentar. Aku hanya tersenyum, tak menyahut. Wajar Aisyah berkata seperti itu. Dia seorang aktifis dakwah dan rajin ikut rohis disekolah. Kerudung panjangnya membuat dia terlihat alim dan wibawa. Seorang yang shalehah, itu setidaknya menurut pendapatku tentang dia.
“Heran, deh kenapa orang-orang begitu antusias dengan adanya valentine. Itu kan perayaan agama lain untuk memperingati seorang yang dianggap suci” ujarnya lagi.
“Budaya latah udah jadi kebiasaan orang indonesia, Aisyah. Lagipula biarin saja, ambil positifnya” kataku menimpali ucapannya.
“Sebenarnya mereka tahu nggak, sih sejarah valentine itu seperti apa? Valentine itu budaya orang pada jaman romawi” ujarnya lagi setengah bertanya.
Aku melirik Aisyah seraya mengerutkan kening. Aku sendiri pun tidak tahu sejarah adanya hari valentine itu apa. Aku cuma sebatas ikut-ikutan saja.
“Kamu tahu makna dari kata 'be my valentine'?” tanya Aisyah.
Aku menggeleng pelan.
“Kata valentine berasal dari kata latin yang berarti 'Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa'. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan lupercus, tuhan orang romawi. Maka disadari atau tidak jika kita meminta 'to be my valentine' itu berarti memintanya menjadi 'Sang Maha Kuasa' dan itu bagi islam merupakan hal 'syirik'.” cerocosnya panjang lebar.
Aku melongo mendengarnya. Kagum dengan pengetahuan dia yang sampai valentine pun sejarahnya dicari.
“Kamu tahu darimana?” tanyaku heran.
“Dari mbah Google. Banyak kok artikel mengenai valentine” jawabnya singkat.
“Sumber lain juga ada yang mengatakan bahwa 14 februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Santo Valentinus adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dihubungkannya hari raya santo valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dipercayai bahwa 14 februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Jadi yakini kalau valentine bukan tradisi islam.” ujarnya lagi melanjutkan.
Aku semakin terbengong. Kagum. Dan entah kenapa, ada sesuatu yang mengalir sejuk dalam hatiku. Kumantapkan hati untuk tidak ikut-ikutan bervalentine ria. Itu bukan budayaku. Lalu bagaimana dengan niat memberi sesuatu pada Andri? Rasa sayangku pada Andri atau Andrian permana tidak berpaku pada valentine saja kok. Tapi murni dari hatiku.

Suasana sore hari ini disekolah tidak seperti sore-sore sebelumnya yang tampak sepi seusai semua siswa pulang, tapi kebalikannya suasana tampak rame. Mungkin karena akan dimulainya acara valentine-an nanti malam di aula sekolah. Seperti Nitnot dan novi, aku pun tidak berniat untuk ikut serta dalam acara itu. Toh, bagi kami kasih sayang tidak harus diberikan pada satu hari saja, tapi setiap hari, menit bahkan tiap detik pada orang-orang terkasih kami.
Aku berjalan di koridor, melewati kelas demi kelas menuju gerbang keluar. Hatiku tak menentu, entah harus bersikap bagaimana di depan Andri. Rasa tak rela bahwa Andri kenyataannya telah punya kekasih semakin memuncak. Tak bisa aku bayangkan ketika Andri memberikan kado terindah di hari kasih sayang pada orang lain, bukan aku seperti sebelum-sebelumnya. Mataku mulai berkaca-kaca. Ada rasa dihati ini seperti ditusuk sembilu.

Langkahku terhenti ketika kulihat ada dua sosok yang tengah berdiri dekat gerbang keluar. Hatiku semakin terasa ditusuk ketika tahu sosok itu adalah Andri dan pacarnya. Tampak mesra terlihat. Andri terlihat membelai rambut gadis yang berada di depannya. Senyum lebar tercipta disela bicaranya. Aku rindu perlakuannya yang seperti itu. Sikapnya itu harusnya untukku bukan dia. Tanpa sadar airmataku mengalir deras dipelupuk mata. Sakit.
'Tuhan, katakanlah rasa didiri ini bukan cinta, biarlah bersahabat saja karena saat ini nggak akan pernah aku miliki semua cinta didirinya. Mungkin, mengharapkan sesuatu yang tak pernah mungkin terjadi yaitu memaksanya untuk mencintaiku.'
“Kenapa menangis?” tanya seseorang yang membuatku kaget. Segera aku usap airmata yang sempat mengalir dipelupuk. Aku menoleh ke arah suara. Ternyata Aisyah, si ustadzah cantik.
Aku tersenyum tipis seraya menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaannya. Aisyah menatapku lekat lalu beralih menatap dua sosok yang berdiri didepan gerbang yang sedari tadi aku perhatikan.
“Berhati-hati dengan hati bila mulai bermain hati” ucapnya seraya tersenyum.
“Maksud kamu apa?” tanyaku kurang mengerti dengan ucapannya.
“Cinta itu abstrak. Bila salah mengartikan cinta bukan bahagia yang didapat melainkan rasa sakit” jawabnya?”
“Kamu mencintai Andrian, kan?” lanjutnya lagi. Aku terdiam tak menyahut. Mataku kembali berkaca-kaca.
“Aku sedikit beri saran, ya mudah-mudahan bisa menenangkan hati kamu. Mari ikut aku”
Aku berjalan mengikuti langkahnya. Kami berjalan menuju taman sekolah yang meskipun kecil tapi tampak indah.
“Mencintai. Sebaiknya nggak terlalu memusingkan itu, karena itu bukan kuasa kita. Mencintai itu urusan hati, sedangkan Allah membentengi manusia dengan hatinya. Jadi hati itu bukan kita yang ngatur, tapi Allah. Ketika kita mencintai sesuatu, itu bukan karena kita menginginkannya tapi karena Allah yang menganugrahkan perasaan itu kepada kita” ucapnya mengawali obrolan.
Aku terdiam. Aisyah menatapku seraya tersenyum.
“Aku baru menyadari kalau yang aku rasakan bukan sayang terhadap sahabat melainkan rasa sayang terhadap lawan jenis. Tapi sayang, rasa sayangku cukup aku tunjukan dalam diam. Dia sudah ada yang memiliki.” ujarku akhirnya mengungkapkan isi hati. Curhat.
“Pernah dengar, kan hadist yang berbunyi 'cintailah seseorang sekedarnya saja, karena engkau tidak akan tahu kapan cinta itu akan lenyap darimu dan bencilah seseorang sekedarnya saja, karena engkau tidak akan tahu kapan engkau akan kembali mencintainya'. Jadi, mencintai seseorang sekedarnya saja”
Aku mengangguk.
“Hati itu sensitif. Kamu mungkin tidak tahu karena belum pernah merasakan hal yang aku rasakan. Bagi kamu, mencintai seseorang harus dalam proses ta'aruf jadi tidak merasakan posisi yang aku alami.” ucapku dengan air mata yang mulai kembali menetes.
“Empat tahun aku bersamanya, dalam sebuah ikatan 'sahabat' sangat tidak mungkin kalau aku tidak sayang padanya. Bahkan sekarang aku malah mencintainya sebagai seorang gadis terhadap laki-laki, bukan sebagai sahabat. Tapi, kenyataan yang ada aku terlambat menyadari perasaanku ini, dia udah berpaling dariku dengan rasa benci. Jujur, aku nggak rela dia bersama gadis lain” cerocosku.
Aisyah terdiam. Lalu tersenyum seraya menggenggam tanganku.
“Lalu, kenapa tidak kamu relakan saja rasa tak terimamu pada apa yang tak baik untukmu? Jika sulit, endapkan beberapa saat rasa tak terimamu pada apa yang kau jalani. Allah tahu yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah nggak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi yakinlah Allah selalu memberikan yang kita butuhkan. Semoga Allah menggantikan yang hilang dan yang telah pergi. Semoga Allah memberi kesabaran di hati. Jodoh kita tidak tahu, maka jalanilah seperti apa adanya”
Aku tertegun pada tiap kata yang diucapkan Aisyah. Sungguh bijak dan menyejukkan. Kata-katanya benar-benar menusuk kedalam hati, melebihi ketika aku melihat Andri bersama gadis lain. Tapi tidak menyakitkan melainkan perlahan ada perasaan damai yang entah bagaimana aku mengungkapkannya.
“Tapi semua itu tidak akan semudah diucapkan, Aisyah. Hati itu rapuh. Aku tidak bisa memaksakan untuk berhenti mencintainya.”
Untuk kesekian kalinya Aisyah tersenyum.
“Tidak perlu memaksakan, berusahalah semampunya lalu biarkan semua berjalan apa adanya. Yakinilah apapun pasti indah pada waktunya. Bahagia itu akan hadir dengan sendirinya disaat kamu mau mencoba untuk mengerti dan ikhlas.”

Langkahku terasa ringan. Semua kata-kata Aisyah sungguh mengena di hati. Menyadarkanku untuk tidak berlebihan dalam sesuatu termasuk dalam mencintai. Kusadari satu hal, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita miliki maka sudahlah jangan menangisi apa yang bukan milik kita. Andri yang selalu aku anggap sebagai 'valentine-ku' ternyata sesuatu yang abstrak. Sesuatu yang terlihat tapi tak terjangkau. Suatu kebodohan bila aku menyesali bahwa Andri tak bisa aku miliki dan suatu kekeliruan bila harus menangisi orang yang bukan untukku. Aku tidak mau bila nantinya atas akal kita bertindak tapi hati yang menanggung akibatnya. Tak kusangka sosok yang tak terduga yang menjadi 'valentine-ku' ternyata Aisyah bukan Andri.
Ah, valentine, kamu memang bukan untukku.