Senin, 02 September 2019

Kisah Misteri #part 1

Aku adalah pecinta cerita horor. Baik itu horor kisah fiktif ataupun kisah nyata, dari dulu aku pasti tertarik. Dan apabila ada orang yang menceritakan kisah horornya, aku selalu menawarkan diri untuk menjadi pendengar setia yang baik.  Bukan berarti aku ingin berhubungan dengan makhluk kasat mata itu, idih amit-amit, naudzubillahi mindzalik semoga tidak pernah terjadi.

Memang aku pernah ada pengalaman horor, tapi pengalamanku hanya sebatas mendengar suara-suara aneh atau suara tangisan dan semoga cukup sebatas itu.
Tapi aku selalu tertarik dengan kisah horor orang lain. Salah satunya seperti yang akan aku ceritakan sekarang ini.

1. Meet Up Dengan Hantu Gosong.

Kejadian ini dialami langsung oleh kakakku sendiri. Dia berwiraswasta dengan membuat tahu kuning khas Bandung. Cerita berawal ketika salah satu tetangga kakakku ada yang bunuh diri dengan membakar rumah beserta dirinya. Semua warga sekitar hendak menolong dan mencegah api berkobar lebih parah, namun tetangga tersebut enggan ditolong, bahkan sengaja mencegah warga menolong dirinya dengan menyiramkan air keras. Kata warga sekitar, tetangga tersebut memang pernah mengalami depresi berat karena masalah keluarga. (Pada bagian aku ngetik ini, tiba-tiba mati lampu wkekeke...)

Singkat cerita, tetangga itu meninggal dengan tubuh dan rumah hangus parah. Korban waktu dievakuasi benar-benar sudah menjadi tulang belulang. Awal malam setelah kejadian itu sempat membuat warga enggan untuk keluar malam, karena suasana malam yang seperti tidak biasanya. Dan benar saja, beberapa hari setelah kejadian warga tiap malam diteror dengan suara ketuk pintu, setiap malam dan setiap rumah. Ketika pintu dibuka, tidak ada siapa-siapa.

Bahkan, ada beberapa warga yang tidak tau kalau tetangga itu sudah meninggal kebetulan secara tidak sengaja berpapasan, ketika ditanya, almarhum itu hanya diam saja. Hanya wajahnya terlihat sangat pucat dan bau tubuhnya seperti yang terbakar. Ketika esok harinya ditanyakan, warga yang sebelumnya berpapasan dengan almarhum kaget bukan kepalang mendengar almarhum sudah meninggal. Cerita horor itu menyebar dan warga tidak ada yang berani keluar malam.

Teror yang dibuat almarhum semakin ekstrim. Selain menggedor pintu, warga mendengar suara almarhum meminta tolong.
"Tulungan urang... Tulungan urang. Teangkeun suku urang" (Tolong saya... Tolongin saya. Carikan kaki saya).
Malam itu benar-benar mencekam bagi warga.
Esoknya, warga datang pada keluarga almarhum dan menceritakan semua kejadian. Lalu salah satu anak almarhum kembali ke lokasi kejadian dan mencari hal yang diinginkan almarhum. Dan tidak lama, anaknya menemukan tulang kaki betis yang tertinggal.

Setelah itu pun teror tidak mereda, karena almarhum masih saja mengganggu warga sekitar. Seperti yang dialami pak Bejo, anggap aja namanya itu. Waktu menunjukan pukul 10 malam ketika pak Bejo keluar rumah untuk sekedar nongkrong sambil merokok dengan tangan asyik memainkan handphonenya di kursi panjang depan warung yang sudah tutup.
Tak lama datang seseorang meminta izin untuk ikut duduk di samping pak Bejo.
"Punteh ah, kang ngiring calik" (Permisi, kang numpang duduk) ujar orang yang baru datang. Tanpa melihat dan mengidahkan orang itu, pak Bejo mempersilahkan.
"Mangga kang" (Silakan, kang)
Pandangan pak Bejo tetap fokus pada layar handphonenya.

Pak Bejo tetap asyik dengan handphonenya sampai tersadar ada aroma gosong yang tercium. Pak Bejo mencari-cari asal bau gosong tersebut.
"Kunaon, kang?" (Kenapa,kang?) tanya orang yang disamping pak Bejo.
"Asa bau daging tutung, bau hangit" (Kayak bau daging gosong, bau gosong banget) jawab pak Bejo tanpa menoleh ke arah orang yang bertanya.
"Bauna di abi sanes, kang?" (Baunya berasal dari saya bukan, kang?) Pak Bejo sesaat heran dengan ucapan orang disebelahnya, lalu perlahan menoleh.

Dan seketika pak Bejo terlonjak kaget melihat orang yang disampingnya. Badannya gosong dan wajahnya meleleh dengan mata sebelah hampir keluar.
"Bau tutung di abi nya, kang?" (Bau gosong saya ya, kang?). Pak Bejo seketika langsung lari terbirit-birit. Bukannya masuk ke rumahnya, pak Bejo malah lari menjauhi rumahnya dan masuk ke pabrik tahu tempat usaha kakakku.
Dengan nafas terengah-engah dan wajah yang pucat.

Kakakku yang heran melihat orang yang tiba-tiba masuk ke pabriknya menghampiri.
"Aya naon, kang?" (Ada apa, kang?)
Pak Bejo tidak langsung menjawab, nafasnya masih terengah-engah tetap dengan wajah pucat. Kakakku lalu mengambil air minum dan memberikannya ada pak Bejo. Setelah dirasa tenang, pak Bejo menceritakan semua yang dialami.
"Naha atuh kang malah lumpat kadieu, sanes lumpat leubeut ka bumi?" (Kenapa malah lari kesini, kang? bukannya lari masuk rumah akang?)
"Panik, kang" jawab pak Bejo.

Besoknya semua warga yang merasa terganggu dengan almarhuma yang gentanyangan mendatangi rumah pak RT untuk melakukan tindakan. Dan saran dari warga agar keluarganya bisa menyempurnakan almarhum agar bisa tenang.  Lalu dipanggillah pak Haji untuk menyempurnakan almarhum agar tidak mengganggu warga sekitar lagi.

Jumat, 19 Juli 2019

Ayah....

"Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi semua maumu"

Ada setangkup rasa yang tiba-tiba menyeruak dalam hati ketika senandung lagu itu diputar. Seketika melow. Seketika ada perasaan was-was, perasaan takut, dan perasaan-perasaan lain yang tiba-tiba hinggap di kepala. Dadaku seketika bergemuruh. Sedih dan sakit.

Aku selalu merasa kalau ayahku selalu dalam keadaan baik-baik saja. Meskipun sudah sepuh, tapi fisiknya selalu bugar? atau aku yang tidak peka? bahwa sebenarnya ada rasa sakit yang dirasanya?

Aku menyadari setiap perubahan pada dirinya. Rambut hitam berubah putih, kerut wajah semakin kentara. Wajah lelah termakan usia. Dan aku tetap berpikir, ayahku baik-baik saja.

Sampai ketika, tiba-tiba kesehatannya menurun sampai harus di rawat di rumah sakit. Aku panik, sedih, khawatir bercampur menjadi satu. Segala pikiran negatif pun berlomba-lomba unjuk gigi, dan segala doa serta permohonanku pun memberondong, pada Sang Khaliq.

"Allahu Rabb... sembuhkan ayahku. Limpahkan rasa sakit dirinya padaku. Gantikan umur pendeknya (jikakalau pendek) padaku, dan umur panjangku (jikalau panjang) padanya. Aku ikhlas."
Doaku.

Aku menatap ayah yang terbaring dengan pandangan nanar. Semakin jelas kerutan tergambar di wajahnya. Semakin terlihat usia yang termakan waktu. Wajah yang membuktikan banyak cerita perih getir yang dilaluinya. Pandanganku semakin nanar diiringi linangan air mata.

Allahu Rabb, sehatkan ayahku sampai batas waktu yang Engkau berikan padanya, tanpa ada rasa sakit yang menyertai. Cukuplah dulu ibuku yang Engkau panggil terlebih dahulu, karena Engkau begitu menyayanginya. Biarkan ku berikan baktiku dulu padanya sampai batas baktiku terhenti karena waktu.

RABBIGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WARHAM HUMMA KAMAA RABBAYAANII SHAGHIIRAA.

Senin, 06 November 2017

Aku!

Aku nyaman menjadi diriku yang sekarang. Menjadi seorang wanita dengan banyak pikiran negatif pada otak orang disekitarku.  Ya, aku membiarkan pikiran-pikiran negatif mereka tertuju padaku. Tidak ada alasan khusus kenapa, hanya saja cukup orang terdekat saja yang mengetahui bagaimana aku.

Aku cenderung introvet, dari dulu. Tidak terlalu suka mengumbar isi hati dan pikiran pada mereka yang hinggap sepintas lewat dalam lingkungan sekitarku, pada rekan kerja misalnya. Tapi lebih banyak terbuka untuk masalah sensitif sekalipun pada orang terdekat saja. Bagi aku, tidak penting banyak kawan, beberapa sahabat saja sudah cukup bagi aku.

Mereka bilang, aku egois dan keras kepala. Aku tersenyum mendengarnya. Mereka bilang aku matre dan terlalu idealis, realistis. Aku pun tetap tersenyum menanggapi. Biarlah. Karena kesengajaanku menciptakan karakter 'aku' yang seperti itu. Kenapa?  Entahlah. Dan cukup, orang terdekat saja yang menertawakan ketika isi kepala mereka dipenuhi hal negatif tentangku.

Aku akan selalu menjadi aku. Aku bisa menjadi kamu, mereka atau aku pun bisa menjadi apa yang mereka pikirkan tentang aku.
Ya, aku.

Tamie - Bandung, November rain 16:42

Jumat, 29 September 2017

Dirimu..

Dirimu adalah... Sebuah sketsa wajah yang belum tergambar...
Sebuah nama yang urutan abjadnya belum terangkai...
Sebuah misteri yang masih berada dalam genggaman kuasa-Nya..

Menanti hadirnya dirimu membuatku banyak belajar...
Belajar tentang kesendirian...
Bahwa kesendirian bukanlah sesuatu yang memalukan...
Karena kesendirian membuatku lebih terjaga...
Karena kesendirian membuatku semakin mengenal dan mencintai-Nya...
Belajar tentang kebersamaan...
Bahwa kebersamaan yang kini ku rasakan pasti akan berlalu suatu saat nanti...
Karena kebersamaanku dengan orang tuaku, teman-temanku dan orang-orang yang ku cintai juga bagian dari siklus kehidupan yang akan berakhir pada waktunya...

Belajar tentang cinta...
Bahwa cinta-Nya adalah cinta yang teragung...
Karena cinta-Nya aku masih berada disini sampai detik ini...
Karena cinta-Nya pula kelak kita akan dipertemukan...

Insya Allah belajar tentang kesabaran...
Sabar itu seperti menanti lumpur mengendap hingga menghasilkan air yang jernih...
Laksana tanah yang merindukan sejuknya tetesan hujan dari langit-Nya...

Detik demi detik berlalu, hadirnya dirimu adalah kepastian-Nya yang selalu ku yakini, meski aku tak pernah tau kapan saat indah itu akan tiba..

Saat ini biarkan aku dan dirimu tetap berada dalam penjagaan-Nya untuk terus memperbaiki diri dan saling memantaskan diri satu sama lain...
Hingga kelak pena rencana-Nya bergerak
mempertemukan dan mempersatukan kita dalam ikatan halal bertabur keberkahan dari-Nya...

-Nikaca yang berdebu- repost 2012

Jodoh itu...?

Saya pikir, rangkaian proses ta'aruf, khitbah, kemudian nikah bukanlah jalan orang-orang seperti saya.
Proses yang terlalu indah untuk dijalani,
ketika kebanyakan orang bilang:
"jangan gitu, masa orang baru kenal beberapa bulan udah langsung maen nikah aja. Kalo ternyata orangnya ga baik gimana?
kalo ternyata orangnya ga cocok sama kamu gimana?!
jangan sampe kamu salah pilih...."

Salah pilih?!
Bukankah sebagai manusia kita memang tidak diberikan hak untuk memilih siapa jodoh kita?!
Apa yang kita terima adalah yang Allah pilihkan untuk kita..
kenapa jadi salah pilih?!
Seperti halnya kematian dimana kita tidak bisa memilih kapan kita mati, dengan cara apa, dimana..
Kita juga tidak diberikan hak untuk memilih siapa jodoh kita.
Lagi pula.. lelaki yang Allah pilihkan itu adalah cerminan diri kita.
Orang yang sama seperti kita.
Perempuan yang baik hanya untuk lelaki yang baik.
Begitupun lelaki yang baik hanya untuk perempuan yg baik..
jika ingin mempunyai pasangan hidup yang baik, maka perbaikilah diri kita.

Note: Nanda - repost 2013

Tahukah Ukhty...

Catatan curcol taun 2014, repost nih hehe..

Tahukah Ukhty,

Cukup lama namamu berdiam di daftar pertemanku, dan saat itu aku tidak terlalu memperhatikanmu. Hanya sekedar tahu,kamu mantan dari temanku... Yg mungkin,sempat aku taksir :D
Sempat terlintas dipikiranku, ada bagusnya kamu berpisah dengan dia (mantannya yang merupakan temanku) karena menurutku, dia sosok yang 'kurang baik' tapi bukan berarti 'tidak baik' :D setelah aku sempat 'jalan' dengannya :P
Bukankah itu tandanya Allah sayang padamu? Dengan tidak memberikan dia hadir dalam lingkaran hidupmu. :D

Taukah ukhti... Saat itu kehadiranmu aku anggap sama seperti teman yang lainnya, sebatas tahu tanpa ingin mengenal satu sama lain. Hingga pada saat aku merasa terpuruk karena masalah hati, aku baru menyadari hadirmu... Lewat status-status teduhmu.

Ahh... Andai kamu tahu, ukhty... Kekagumanku semakin lama semakin besar, pada sosokmu yang terlihat damai tanpa beban. Pada status-statusmu yang mungkin tanpa kamu sadari merupakan pencerahan buatku, buat hidupku.

Taukah ukhty... Aku selalu berpikir, ingin menjadi seperti mu, tampak teduh dengan sosok lembut tapi tegas (setidaknya itu yang aku tangkap dari setiap statusmu). Disayangi banyak temanmu ( itu yang kulihat dari perhatian teman-temanmu), ahh... Entah apa lagi yang bisa aku katakan tentang sosokmu.

Dengarlah ukhty... Aku selalu mengingat kata-katamu agar 'berhati-hati dengan hati' dan makna dari memberikan hati pada orang lain.
'Mencintai. Sebaiknya engga terlalu memusingkan itu, karena itu bukan kuasa kita. Mencintai itu urusan hati sedangkan Allah membentengi manusia dengan hatinya, jadi hati itu bukan kita yang mengatur, tapi Allah... Ketika kita mencintai sesuatu, itu bukan karena kita yang menginginkannya tapi karena Allah yang menganugrahkan perasaan itu kepada kita.' Itu ucapmu kala itu...

Bahkan ukhty, dengan tegasnya kamu berkata 'manusia tidak akan bisa memisahkan apa yang telah Allah persatukan, manusia juga tidak akan bisa mempersatukan apa yang memang tidak Allah kehendaki untuk dipersatukan. So,ready to lose anything at anytime...'

Untuk itu ukhty... Aku akan berhati-hati dengan hati. Ketika ada seseorang yang bisa menerimaku bukan karena apa adanya aku, tapi karena seadanya aku tidak serta merta aku menyerahkan segenap hatiku, tapi aku selalu 'berusaha untuk tidak merasa memiliki agar tidak merasa kehilangan' :) sampai Allah benar-benar memberikan 'izin-Nya' bahwa dia bagian sejatiku...

Untukmu ukhty yang selalu ku kagumi... :)

Curcol 2014, repost

Minggu, 30 Juli 2017

Tomorrow will be free...

ini hanya cerita fiktif,  inspirasi ketika mendengar Al-Aqsa yang tengah ricuh...  Sebagian dialog diambil dari kisah nyata dari anak-anak palestina yang Masha Allah keteguhan imannya melebihi rata-rata kebanyakan anak seusianya.

**** Tomorrow will be free...  Al-Aqsa ****

Suasana ricuh bukan pemandangan yang asing lagi disini, di Palestina. Sorak sorai dengan gema takbir tak henti berkumandang, menyeru pada zionis israel agar angkat kaki, bukan hanya dari tanah palestina tapi juga dari Masjid Suci Al Alqsa yang sudah beberapa hari dijaga ketat. Melarang umat muslim untuk sekedar beribadah,  untuk bercengkrama di masjid tempat Rosulullah melaksanakan isro mi'roj-nya.
Tembakan dan kekerasan mewarnai demo itu. Beberapa meninggal dan puluhan luka-luka. Tidak memandang tua atau anak kecil, zionis dengan kejamnya memukul mereka. Melempar gas air mata dengan peluru berterbangan tidak membuat umat muslim bergeming. Bagi mereka, mempertahankan Al Aqsa merupakan jihad lainnya.

Aku relawan kemanusiaan dari Indonesia beserta relawan asing bergabung untuk membantu kondisi di Palestina. Yang carut marut,  tak berbentuk dengan puing puing runtuhan tembok hasil bombardir zionis israel.  Aku menangis, miris, hati begitu terisis. Perlakuan zionis yang begitu menginjak umat muslim dengan kebekuan hati mereka, tanpa nurani.
Dan kemana mata dunia?  dimana media dunia?  kenapa selalu bungkam? kenapa selalu tuli? Dan mempelintir keadaan seolah-olah umat muslim yang salah?

Aku kembali bergumul dengan para demonstran muslim demi kebebasan Al Aqsa. Mereka melakukan sholat tepat di depan Al Aqsa,  di hadapan para zionis. Tiba-tiba ada beberapa orang yahudi yang dengan entengnya menerobos barisan muslim yang tengah sholat,  seraya mencibir. Aku murka dan berteriak membentak. "Tuan, anda sudah gila?  mereka sedang beribadah, tolong hormati mereka!! " Yahudi itu menyeringai dan berkata dengan setengah mengejek. "Saya tidak salah, ini jalanan, bukan tempat ibadah mereka!  mereka tidak menghormati pejalan dengan melakukan hal konyol seperti ini! " Aku naik darah, emosiku meluap. "Jaga mulutmu itu!" Tanganku hampir melayangkan tinju ke wajah yahudi itu sebelum akhirnya di cegah.
"Biarkan dia"
Aku terdiam. Seorang wanita paruh baya tersenyum lembut padaku.
"Jangan biarkan kamu menjadi golongan diantara mereka. Bersabarlah. Allah bersama kita"
Emosiku melunak, seketika. Bagaimana mereka bisa mempunyai kesabaran seluas itu?  bagaimana mereka memperoleh ketegaran sekukuh itu? Aku terdiam. Yahudi itu masih meracau. Menunjuk-nunjuk pada tiap anak yang dia temui.
"Negaraku akan menghancurkan kalian. Ingat itu, kalian bukan siapa-siapa! " racaunya penuh ejekan.
"Negara mana yang tuan maksud? Yang akan menghancurkan kami? " tiba-tiba seorang anak dengan lantang bertanya, pada yahudi itu.
"Israel!  Negaraku! " penuh bangga yahudi itu menjawab.
"Negara mana itu?  Israel bukan negara, mereka penjajah. Mereka yang merebut tanah kami,  tanah Palestina." lantang anak palestina menimpali yahudi itu.
"Al Quds bukan di Israel,  tapi Al Quds itu tanah palestina. Tuan hanya menumpang disini. Ingat itu, tuan!! "
Orang yahudi itu tetap meracau seraya menjauh dari kerumunan, mendekat pada tentara-tentara zionis sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.
Aku terenyuh, haru, sedih bercampur menjadi satu.  Ya, Al Quds ibukota dari palestina bukan Israel. Al Quds selalu tertanam dihati para anak palestina,  sebagai ibu pertiwinya.

Suasana masih ricuh,  protes bertubi-tubi terlempar dari mulut-mulut umat muslim, menuntut kebebasan Al Aqsa,  masjid suci umat islam. Suatu saat,  hari itu pasti akan datang. Pasti. Hari dimana Al Aqsa akan kembali kepada setiap hati yang menjungjung akidah, pada Tuhannya, pada Rosulnya.
Tomorrow will be free... 

Minggu, 19 Maret 2017

Irama Sumbang

Entah sejak kapan, hadirnya mengusik perhatianku. Entah sejak kapan,  pandanganku selalu mencari hadirnya, mengikuti beradanya dan tertarik padanya?  Mungkin. Seperti irama yang tiba-tiba mengalun merdu.

Pertemuan pertama nggak ada yang istimewa, dia hanya irama yang sepintas lewat. Pertemuan kedua masih dengan irama yang sama. Pertemuan ketiga pandangan beradu,  mataku beralih, dia tetap menatap. Pertemuan ke empat aku bertanya dalam hati, 'who is he? '

Selanjutnya, entahlah aku menantikan tiap pertemuan dengan irama yang sama. Sedikit mencari info tentangnya. Hingga suatu ketika, aku nggak melihat hadirnya, ditempat biasa. Cukup lama. Kemana dia?

Ah,  dan ternyata dia berada ditempat berbeda yang memungkinkan aku nggak bisa melihatnya dalam frenkuensi 'sering'.  Sudahlah...  Toh, hati aku tetap berdetak kencang tiap kali bertemu dengannya, walaupun jarang.

Aku belum menyebutnya cinta, nggak berani malah. Ini hanya perasaan tertarik,  hanya memuji. Terlalu cepat untuk mengafirmasikan ini cinta.
Hari-hari berjalan tetap dengan nada irama yang sama. Tanpa ada improvisasi, tanpa ada pemulaian yang ku yakini berujung pengakhiran. Selalu seperti itu, nada usang yang selalu dimainkan. Tanpa bosan. Namun tiba-tiba, alunan nada itu sedikit bergemuruh, terdengar sedikit mengoyak telinga ketika ku lihat dia bersama wanita. Hampir sering.

Alunan irama itu semakin pelan dan terdengar sumbang. Menjadi irama yang asing.  Begitu pun dia. Meskipun kadang aku melihat dia menatap penuh arti yang nggak bisa aku terjemahkan sekalipun dalam google. Tatapan yang sesekali menjadikan irama sumbang menjadi merdu, lalu sumbang kembali.

Sudahlah. Irama itu perasaan tertarik, bukan suka ataupun cinta. Karena apa?  Karena irama itu semakin sumbang dan asing. Sama seperti pertama bertemu. Iramanya datar, tak terdengar...

Selasa, 20 September 2016

Absurd...

Absurd.  Tentang aku, tentang hati bukan hidup.  Kenapa?  Ga ada alasan khusus, tentang hidupku yang tidak absurd.  Semua mengalir sesuai alurnya.  Bangun tidur,  kerja,  makan,  beredar ke tempat nongkrong-jarang karena aku lebih suka berkutat pada buku (novel,  komik atau apa saja yang dibaca) atau imajinasi liar yang aku tulis,  menjadi autis. Dan itu lebih menyenangkan,  menjadi seorang introvert. 
Kalau dipikir,  hidupku yang sekarang sungguh berbanding terbalik dengan diriku yang dulu.  Kenapa bisa?  Karena hidup.  Everybody changing and doesnt feel the same, dengan berbagai alasan. 

Absurd.  Tentang aku. Berjalan mengikuti pola hidup dan terkadang alur berbalik mundur.  Absurd.  Ga jelas.  Kenapa?  Banyak alasan.
Absurd.  Tentang hati.  Berjalan mengikuti akal tapi kemudian hati yang menanggung akibatnya. Kenapa?  Karena akal lebih didengar daripada hati.

Absurd.  Tentang aku. Karena aku cinta absurd.

Minggu, 18 September 2016

Jangan Tergiur Voucher Gratis...

Iseng-iseng barusan lihat blog tentang penipuan berkedok voucher gratis dan ternyata korbannya terus bertambah (setelah kejadian sama saya yang kena juga). 

Saya sedikit berbagi pengalaman, ya.  Sebulan yang lalu, tepat banget pas 17 agustus, saya dan teman sehabis belanja niatnya mau nyari makan di food court MD Plaza,  trus tau-tau ada cowok yang nawarin voucher gratis.  Tertarik nih ceritanya,  kali aja rejeki.  Dan dibawalah kami (saya n temen)  ke toko yang bernama raja elektronik.  Disana udah sedia dua kursi n meja.  Trus kita diminta ngasih saran tentang produk mereka yang katanya akan launching pameran bulan oktober.  Setelah dijelasin produk, nih kita disuruh memilih kupon undian yang nilai voucher 100-500rb rupiah. Ketika kita memilih salah satu,  ternyata kita dapat voucher 1jt. 

Singkat cerita, nih katanya-kita dapat platinum bonus dan baru orang pertama dibandung yang dapet,  juga katanya-dapat hadiah home theater,  pemijat listrik, kompor listrik, mixer dan panci presto bahkan katanya lagi dapat voucher tambahan senilai 500rb, dan mereka juga sok-sok an nelpon managernya buat mastiin tentang voucher yang kita dapat..  Wah,  gile aja,  nih! Awalnya kami ragu,  karena hadiah terkesan mudah banget didapat ditambah kita akan dijadikan duta promosi dan masuk majalah. Tapi si pelaku yang lebih dari 4 orang (pas kejadian saya)  terus aja ngerecokin dan ngebikin kita ga fokus dan kayak orang bego kebingungan. Pada akhirnya kita setuju mengambil voucher itu dengan syarat harus ada DP yang masuk, kita ngasih DP@750rb berarti kalau berdua 1.5 jt. Itu juga sampe dianter ke atm,  gile lagi aja.

Nah,  DP masuk tuh 1.5jt, kita minta jaminan barang yang akan ditukar nanti pas pameran dan ketika kita minta jaminan kompor listrik mereka ga ngasih dengan alasan kalau jaminan kompor harus masuk uang sekitar 2.5 jt dan akhirnya kita hanya dapat panci presto sebagai jaminan. 

Keluar dari toko kita langsung bengong kayak orang bego.  Masih ragu,  beneran ga, sih? buat jernihin otak,  kita nyari makan sambil googling pameran raja elektronik itu.  Dan jegeeerrrr...  Yang muncul tentang penipuan berkedok voucher gratis,  ga hanya di bandung tapi juga d mall-mall kota lain.  Kita kelimpungan nih,  gila aja, pikir saya.  Kita langsung kembali ke tokonya tapi ternyata tutup. 

Sepulang ke rumah,  kita masih was-was...  Beneran ga sih ini penipuan? Kita baca surat perjanjian yang sempat dibuat,  dan astaga isi perjanjian memberatkan kita untuk menuntut balik uang kembali.  Beberapa hari kemudian kita minta bantuan kerabat teman yang kebetulan seorang pengacara.  Beliau mau membantu mengkomunikasikan sesuai prosedur yaitu datang ke pihak management gedung dan meminta pembatalan transaksi dengan penekanan bahwa harga yang diberikan menyalahi aturan dan melakukan perjanjian secara sepihak akan dikenakan beberapa pasal pidana.  Mereka ga terlalu banyak komentar,  mungkin tahu yang dihadapinya itu orang yang mengerti hukum.

Alhamdulillah uang bisa kembali meskipun ada pemotongan sebesar 15% yang awalnya mereka minta 25% (kita menolak keras karena kita ngerasa ga melakukan pembelian,  jadi untuk pemotongan 25% terlalu besar).

Bagi siapa aja yang kena,  coba konsultasikan dulu keluhan ke pihak management gedungnya.  Bila ternyata belum ada kejelasan,  langsung aja lapor ke BPSK Bandung. Semakin banyak yang melapor, akan semakin bagus karena akan dikenakan tindak pidana bagi si pelaku usaha. 

Rabu, 16 Maret 2016

Entahlah...

Entahlah. Satu kata itu yang mungkin selalu ada dibenak dan pikiranku.  Entahlah,  akan selalu menjadi sebuah jawaban tiap kali hati dan pikiran bawel dengan berbagai pertanyaan. Meskipun kadang nurani atau hati kecil mewakili menjawab semuanya.  Meskipun absurd.

Ya, tidak jelas.  Dan selalu tidak jelas tiap kali hati dan pikiran bertentangan.Entahlah pada setiap kata 'kenapa' dan 'mengapa'.  Tak ada jawab.

Dan entahlah,  kenapa aku lebih menikmati menjadi seorang introvet.  Autis pada dunia yang aku ciptakan sendiri. Entahlah.  Absurd.

Selasa, 27 Oktober 2015

Ibu...

Gelisahku merebak. Raguku mencuat. Rasa sedih menyeruak. Memuncak. Di dalam gulana aku terjebak. Mataku masih nyalang, tidak mampu terpejam. Benak ku berkelana tak tentu arah tujuan. Senyap semakin merajai malam.
Kesunyian yang lenggang membuat kesendirianku semakin sempurna. Mendadak perasaan rindu pada tangan ibu. Tangan yang ingin ku genggam untuk berbagi gundah.

8 tahun lalu ibu sudah meninggalkanku. Ia sudah tidur terlelap lebih dulu untuk selamanya. Paru- paru akut membuat pertemuan kami kala itu pertemuan yang terakhir. Di atas tempat tidur ia
tergolek lemah, tak berdaya. Ia menatapku dengan pandangan linangan air mata. Lidahnya kelu.
Tiada kata terucap dari bibirnya. Tetapi sorot matanya aku bisa mengerti, ia pun berat berpisah denganku.

Lalu kurasakan tangannya yang hangat menjadi dingin membeku. Saat itu aku hanya mampu mengucurkan air mata. Kupeluk erat dirinya dengan harapan bisa membagi sebagian rasa hangat yang aku miliki kepadanya. Aku berharap tangannya membelaiku seperti biasanya. Tetapi sia-sia. Ia tetap diam terbujur kaku.
Aku meletakan jemari di dahi sembari memutar memori masa lalu. Menurutku masa lalu lebih
menyenangkan daripada memikirkan masa depan. Kata orang, masa lalu adalah impian, masa depan adalah harapan dan hari ini adalah kenyataan. Jadi, sebaiknya kita selalu memikirkan
tentang masa depan. Tetapi, saat ini aku justru merasa takut memikirkan masa depan.

Saat ini ingin rasanya aku mencari ibuku. Banyak pertanyaan bergelayut di hati dan otak ku.
Tentang arti hidup. Tentang arti cinta. Tentang arti perih bila di hadapkan pada sebuah kekecewaan. Bukankah hidup di ibaratkan dari cerita-cerita yang terdiri dari beberapa episode.
Cerita yang memaksa kita untuk menjalaninya menurut skenario yang telah di atur oleh Sang
Pencipta. Aku ingin bercerita tentang semua yg ada dalam
diriku, semua liku hidup yg terjadi padaku. Bercerita bila mengingatmu perasaan rindu yang membah bila tak bertemu dan rasa enggan
berpisah bila sudah bersua. Aku ingin berteriak. '' Ibu...!!! Gadis kecilmu sekarang sudah beranjak
dewasa. Dimana kenyataan hidup menerpa bagaikan diri di permainkan nasib...''.
Aku ingin ibu menjawab semua pertanyaan yang memenuhi otakku. Tetapi tanya aku tak berujung jawab. Ibu tiada di sisiku mengulas kata, sehingga raguku mengempas langit. Tetapi kemudian ak sadar bahwa itu sekedar siluet-siluet yang kuciptakan sendiri. Kenyataan engkau tidak ada di sisiku...
Aku menghela nafas panjang. Cuplikan-cuplikan masa lalu berlompatan di otakku. Aku sibuk mengumpulkannya menjadi rangkuman renungan. Dan benakku bagaikan proyektor yang mengulangnya kembali seakan-akan semua itu terjadi beberapa hari yang lalu...

Beruntunglah kalian yang masih memiliki seorang ibu. Masih merasakan tangan ibu yang halus dan lembut dengan jemari yang lentik. Tangan ibu yang membelai dikala sedang sakit juga mencubit jika nakal...

Ibu....
Moga engkau damai di sisi-Nya.
Moga engkau diberi rahmat dan ridho-Nya...
Tanpa putus doa anak gadismu yang selalu menyertai...
Ada dan tiada dirimu kan selalu ada dihatiku...

Senin, 26 Oktober 2015

Tentang dia

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran atau lebih muda. Ini tentang menyeimbangkan hidup dan
yang bisa berjalan beriringan. Yang memberi kedamaian dihati, kenyaman disisi dan kasih sayang tiada henti. Tentang tertawa bersama, saling mensuport, mendoakan satu sama lain, bicara lepas tak terbatas tanpa berpikir ini
pantas atau tidak.

Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang, yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit. Menerimamu apa adanya meskipun kamu seadanya. Wajah mungkin tak rupawan, tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang harus
kamu yakini dan kamu perjuangkan. Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang
membentuknya sekarang. Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik.

Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum/imannya membuatmu bangga
mennjadi ibu/ayah dari anak-anaknya.

Kamis, 22 Oktober 2015

Something in my mind...

Dia aja komentar,apalagi kamu, ya? Sedikit geli memang  membayangkan hal yang cukup
menggelitik. Itu ketika tiba-tiba aja bayangmu hinggap gitu aja. Kayak tokay burung yang tiba-tiba aja 'nonclo' di kepala.
"Kamu tuh harusnya bla... Bla.. Bla..." Ucap dia.
Tak ada kata yang ingin aku ucapkan untuk membalas komentar dia, dan hanya seutas senyum kecut aja yang bisa aku tunjukan. Dia
aja komentar, apalagi kamu? Bahkan mungkin, komentarmu bisa lebih tajam dari dia.
Aku hanya menghela nafas pendek.
"Inilah aku... Seadanya aku" ingin ku ucapkan kata itu, tapi ucapan itu terhambat di lidah dan akhirnya cukup puas tersimpan dihati.
Ahh... Selalu aja terulang hal yang membuatku kadang merasa benci pada diriku sendiri,benci pada kelemahanku... Lihatlah aku... Bukan pada aku apa adanya, tapi seadanya aku...
Sedikit syukurku saat ini bahwa sekarang kamu tidak lagi berada dilingkaran hidupku.
Bagiku,cukuplah kamu kayak tokay yang sudah 'palid' (hanyut) di selokan...

Minggu, 18 Oktober 2015

Flash back

Chapter 1: High school madness

Flash back.  Dimana segala cerita masa lalu sudah terangkum rapi dalam memori,  baik itu cerita sedih maupun  bahagia. Cerita yang sampai kapan pun akan tersimpan disudut memori dalam otak kita. Sebuah memori yang membuat kita,  untuk sebagian banyak orang mungkin akan memiliki suatu perandaian 'wish i could turn back time ' , andai waktu bisa berputar kembali ke masa lalu dimana cerita dan kenangan itu tercipta. Back to that time untuk membuat indah cerita yang buruk, dan memperbaiki dari suatu kata 'penyesalan'.
Bercerita tentang masa lalu, kenangan menarikku kembali ke waktu dimana aku hidup masih dalam masa ababil (abg labil). High school madness.

Kegilaan masa SMU, itu judul untuk masa high school - ku hehe... Masa yang katanya masih dalam fase pencarian jati diri, padahal mah ga, tuh. Jati diri justru terbentuk ketika kita menginjak dunia kuliah atau kerja dimana kita dituntut untuk menentukan apa yang terbaik untuk masa depan kita. Setidaknya itu yang aku rasakan selama ini. Langkah kita yang menentukan masa depan kita. Masa depan cemerlang atau biasa aja atau malah masa depan suram, dan itu ditentukan dari langkah awal kita. Kegilaan masa remaja kala itu tidak aku anggap hal yang negatif karena masih dalam fase 'coba-coba' tapi 'ciut nyali' untuk mencoba yang pada akhirnya cukup sekedar tahu aja meskipun tak dipungkiri memang banyak hal negatif benar-benar menjadi suatu godaan yang sulit dihindari.

> MOS in story
MOS. Masa Orientasi Siswa. Kala itu. Awal perubahan ku dari gadis 'pendiam dan pemalu' menjadi 'bawel dan tak tahu malu'. Bagaimana ceritanya, tuh? Entahlah, yang jelas pribadiku berubah seiring waktu. Ada yang bilang, kepribadian  seseorang itu sebagian besar karena faktor orang tua yang menciptakannya, tapi tidak menurutku. Yang diwarisi orang tua adalah watak sedangkan  kepribadian  seseorang sebagian besar lingkunganlah yang mencetaknya, orang tualah yang mengarahkan. Betul tidak??  :3 -pout-
Mos yang mengumpulkan banyak karakter tiap orang dalam satu lingkungan, yaitu sekolah. Masa itu aku tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain, aku lebih cenderung lebih banyak diam untuk melihat seperti apa katakter orang yang ada dihadapanku, setelah itu menyesuaikan. Diawal perkenalan, teman-teman mengira bahwa aku orang yang pendiam dan tak banyak tingkah, dan aku pun bersikap seperti yang mereka kira tanpa memperlihatkan 'watak' asliku :3 -pout- . Baru setelah hampir setengah semester, mereka baru tahu sifat aku yang kalem tapi meledak-ledak. Kalem tapi meledak? Bom kali yee hehe.... Dan setengah semester itulah yang membuatku tergabung dalam sebuah 'geng' yang bernama 'the erorr' dengan 8 orang member termasuk aku. Kenapa dinamain 'the erorr'? Mungkin karena otak mereka lelah makanya jadi erorr hehe....
Sebenarnya hal yang umum mungkin dan sudah menjadi tradisi dikalangan sma mempunyai teman 'geps' atau geng sendiri-sendiri baik itu dalam satu kelas atau beda kelas. Sebuah geng yang menyatukan berbagai macam karakter dan sifat tapi dituntut untuk bisa kompak dan membangun jiwa solidaritas yang tinggi. Ceiileee bahasanya bikin mrrinding hehe... Tapi benar lho, kita benar-benar dituntut kekompakannya atas dasar solidaritas baik solidaritas dalam hal negatif ataupun positif.  Dan atas nama solidaritas kadang kita terjerumus pada sesuatu yang tidak diinginkan.
(To be continue... )

Sabtu, 17 Oktober 2015

Sayang kamu, hari minggu....

Minggu mbak bro, hari yang mungkin sebagian orang akan menantikannya. Selain minggu karena hari 'free' dari aktifitas formal (sekolah, kuliah atau kerja), minggu juga merupakan hari 'free' untuk melakukan apa yang di inginkan, seperti shopping,  hang out bareng temen atau malah bermalas-malasan aja di kamar sambil nonton tv mungkin. Just like i do now hehe....

Hari minggu bagi aku tuh hari bales dendam, karena bisa bangun siang, nonton sepuasnya atau maen sepuasnya.
Ngebahas nonton nih, yang aku tunggu di hari minggu tuh film kartun haha.... film anak-anak? Yups! Nothing wrong with that right?  I like the most. Yah, meskipun ga selalu hari minggu aku nonton kartun, tepatnya anime karena jenis film ini yang paling aku suka untuk di tonton disetiap ada waktu. Dan film anime yang aku paling favorite -in adalah Naruto. Ga pernah ketinggalan tuh tiap episodenya, dimulai dari Naruto kecil sampe dia gede tuh. Nah, selanjutnya anime fav kedua? Umm, ga ada sih urutan kedua cuma apa anime yang aku suka aku tonton. Tapi buat rekomen aja nih aku sebutin anime yang menurut aku seru, di antaranya:

1. Kuroko No Basuke (kuroko's basket)
Dilihat dari judulnya pasti udah tahu kan ini anime bercerita tentang apa? Yups, basket. Cerita di mulai dari si tokoh yang bernama Kuroko dengan jalan permainannya. Dia mendapat julukan 'bayangan ke enam' dari team yang disebut 'kiseki no sedai' atau 'generasi keajaiban' yang dianggap sebagai team yang mengerikan dengan kehebatan permainan basketnya. Namun, Kuroko merasa ada yang salah dengan masing-masing team kiseki no sedai dan memilih mengundurkan diri lalu masuk ke smu yang tidak terkenal dalam olahraga basketnya. Dengan team yang baru yang bernama Sheirin, Kuroko bertekad untuk mengalahkan team Kiseki No Sedai yang personilnya pun sudah berpisah dan memilih smu pilihannya dengan jalan permainan basketnya sendiri.
Yah, tonton aja deh. Seru n kocak lho.

2. Tokyo Ghoul
Bercerita tentang perang antara ras manusia dan ras ghoul di tokyo. Dimana manusia menganggap keberadaan ghoul merupakan ancaman buat populasi manusia karena rantai makanan ghoul adalah manusia. Dan ghoul sendiri pun merasa perlu untuk mempertahankan kehidupannya sesuai dengan naluri ghoulnya, meskipun tidak semua ghoul mengikuti apa yang seharusnya mrnjadi nalurinya dan memilih hidup temtram berbaur dengan manusia dan menyembunyikan identitas ghoulnya. Adalah Kaneki kun, seorang pemuda korban dari keganasan ghoul. Nyawanya hampir melayang karena menjadi santapan seorang ghoul. Beruntung nyawanya terselamatkan. Namun buruknya, dia harus hidup dengan sebagian organ ghoul yang ditanam di tubuhnya. Hidup menjadi setengah manusia dan setengah ghoul. Hidup diantara perang manusia dan ghoul. Hidup untuk menentukan jalan hidupnya untuk menjadi ghoul atau manusia. Yah, tonton juga ini ya. Seru lho, cuma agak sadis hehe....

3. Shingeki No Kyojin (attack on titan)
4. Death Note

Masih banyak sih, cuma bingung kalo nyebutin satu-satu kelamaan. Nanti dech di share anime yang rekomen. Oke mbak bro? ^_^v

I'm back...!!

Hai my blog...  I'm back.  Very long time I'm not visit you,  don't blame me if you have a lazy blogger (am i???) like me  ^_^v
Yah, mulai sekarang aku bakalan rajin nengok kamu kok, blog. Sekedar curcol atau cuma bahas hobi yang ga jelas (ga jelas?? i guess) hehe...

Ga jelas karena bahasan yang dimuat juga tentang sesuatu yang ga menarik, monoton atau... ngebetein. But thats oke, i don't need appreciate to what i write.. aku hanya ingin berbagi hobi ga jelas aku, kisah aku dari yang sedih, senang, marah sampai galau mungkin (always) untuk aku curahin aja. Banyak flash back yang akan dibahas karena hampir semua orang mempunyai kisah dari masa lalu daripada  masa depan (iyalah, siapa yang tau kisah masa depan kayak gimana) Karena untuk sekarang i just do what i can do now, lakuin yang aku lakuin hari ini. Resolusi? Haruskah? Seharusnya 'harus' ada, tapi aku beneran ga punya apa yang jadi resolusi aku ke depannya. Hanya sedikit membangun harapan-harapan kecil aja dan semoga menjadi pencapaian yang besar, bukan hanya sekedar harapan lagi. Aamiin...
Yah, blog jangan bosan aku ganggu ya. ^_^

Senin, 12 Oktober 2015

Cara alami memutihkan wajah

cara alami memutihkan wajah yang gak butuh banyak biaya. Hanya saja memang dibutuhin ketelatenan, atau bahasa normalnya rutin.
Penasaran? Gadis-gadis indonesia memiliki keturunan kulit kuning langsat, meski banyak juga
yang terlahir sawo matang, namun, impian memiliki kulit wajah putih tetep aja jadi topik waktu ngerumpi. Padahal ga semua wajah putih
jadi idaman para adam. Tapi, mau apa lagi, wajah putih dan bersih emang banyak diminati daripada wajah kusam dan kering.
Karenanya, banyak produk kimiawi kemudian memenuhi layar kaca, lembar majalah, dan media
lainnya untuk menawarkan segala hal yang bisa memutihkan wajah. Tapi, itu semua produk
kimiawi. Memang banyak yang telah memperlihatkan khasiatnya, meski banyak juga yang merasa sia-sia.

Eits, jangan patah semangat, masih ada cara alami bikin wajah putih dan segar. Memang sih tetep ngeluarin duit tapi gak banyak? Dan yang pasti dijamin tanpa bahan kimia, alami, mudah didapat. Penasaran? Hehehe..

Oke, ini dia perawatan buat memutihkan wajah:

1. Ambil satu buah Pisang Ambon, kupas kemudian lumatkan hingga halus
2. Tambahkan satu sendok teh : madu, lalu aduk rata
3. Oleskan pada seluruh bagian wajah, termasuk leher, dan diamkan selama 15 menit

> Tips dan Trik Membuat Masker Wajah

Nggak sembarangan lho untuk melakukan facial sendiri, beda dengan di salon, ada cara dan tips
kecantikan yang bisa kamu simak:
> Pilih masker yang khusus hanya untuk satu tipe kulit saja
Bila kamu memiliki kulit kering, cari facial yang akan mengembalikan kelembaban kulit wajah
Pilih facial yang menghaluskan upper derma layer dan memperbarui warna, membersihkan dan mengencangkan wajah.
Selalu bersihkan wajah secara menyeluruh setelah menggunakan masker untuk mendapatkan efek maksimum dari masker wajah yang kamu buat sendiri di rumah

> Cara Membuat Masker Wajah
Bahan masker yang sangat populer adalah madu, yang melembutkan kulit dan juga membersihkan
pori-pori kulit dari kotoran yang menempel di wajah.
Pada kulit wajah yang berminyak, kamu bisa gunakan masker lumpur yang dapat menyeimbangkan kulit yang berminyak.
Sebaliknya, kulit kering dapat menggunakan masker yang terbuat dari glycerin, madu dan minyak. Khusus untuk kulit yang sensitif, kamu bisa menggunakan ginseng dan green tea.
Memiliki kulit wajah yang sehat bersinar memang menjadi dambaan setiap wanita. Tak jarang diantara mereka mencoba berbagai produk
perawatan kulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Mulai dari perawatan kulit yang mampu meremajakan kulit, menghilangkan
kerutan di wajah hingga perawatan pemutih yang mampu membuat kulit nampak cerah bersinar.
Memutihkan kulit bukan hal yang aneh di masa modern seperti sekarang ini, dan ternyata bukan
hanya wanita saja yang melakukan perawatan tersebut. Pria juga tidak mau ketinggalan untuk melakukan hal yang sama. Yakni ingin
memutihkan kulitnya yang kurang putih entah karena tuntutan pekerjaan atau keinginan tersendiri supaya dilirik oleh lawan jenisnya
dalam rangka mencari jodoh. Karena bagaimanapun juga, kulit kering memang tidak sedap untuk dipandang dan disentuh, karena
menimbulkan kesan kurangnya perawatan diri yang pada akhirnya akan menimbulkan kesan negatif dan ilfil oleh lawan jenis.
Kulit wajah adalah hal paling merepotkan bagi tiap wanita. Di antara bahan-bahan aktif yang
sekarang mulai dipakai baik di kedokteran maupun di salon kecantikan untuk memutihkan
kulit adalah dengan cara pengelupasan sel-sel mati seperti produk dengan bahan-bahan aktif.
Kulit yang halus kini sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Karena itu, banyak produk perawatan kulit ditawarkan. Tak hanya memutihkan kulit atau menjaga kelembabannya
saja, tapi juga untuk menjaga agar kulit tetap semulus bayi.

Berikut ada beberapa bahan-bahan untuk membantu Anda memutihkan kulit secara alami agar senantiasa terlihat indah di pandang mata, tidak hanya menghaluskan tetapi juga
menyehatkan.

> Jeruk Nipis
Buah yang satu ini lebih dikenal sebagai penghilang bau amis, atau campuran penyedap makanan. Tapi sebenarnya air jeruk nipis ini juga
banyak manfaatnya untuk kecantikan dan kesehatan. Air yang berasal dari daging buah ini dikenal sanggup membuat pori-pori mengecil dan menghilangkan kelebihan lemak pada jenis kulit berminyak.
Manfaat :
Untuk merapatkan pori-pori kulit. Ambil daging jeruk nipis, oleskan pada kulit wajah. Biasanya di sekitar hidung dan pipi yang pori-porinya terlihat besar. Untuk memutihkan dan menghaluskan kulit. Usapkan potongan jeruk nipis pada wajah
dan kulit bagian tubuh lainnya.

>Alpukat
Konon alpukat banyak sekali nianfaatnya terutama untuk kecantikan. Dengan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa alpukat memang kaya vitamin, mineral dan minyak alami. Alpukat
banyak mengandung vitamin A, C, dan E, zat besi, potasium, niasin, asam pantotenik serta protein yang tidak biasanya terdapat dalam buah.
Semua zat ini berguna bagi keindahan dan kesehatan kulit.
Manfaat :
Sebagai pelembab. Ambil bagian dalam kulit alpukat, yang mengandung humektan, dan
mampu menahan kelembaban kulit. Gosokkan secara lembut ke seputar wajah dan biarkan selama 15 menit. Setelah itu basuhlah wajah menggunakan air dingin. Lakukan malam hari sebelum Anda tidur karena malam hari adalah waktu yang tepat bagi kulit untuk bekerja. Wajah yang terjaga kelembabannya membuat make- up bertahan lama sesudahnya.

> Penggunaan Masker dan Lulur
Penggunaan masker merupakan salah satu upaya untuk mempercantik diri dengan perawatan menggunakan beberapa jenis tumbuhan seperti halnya sayuran. Masker dapat menegangkan dan melicinkan kulit. Penggunaan produk tumbuhan
termasuk dalam pembuatan masker. Kulit yang masih remaja boleh menggunakan masker dari
sayuran seperti ketimun, tomat, bengkuang, kentang, wortel.

> Masker Bengkuang : Dapat memutihkan dan menghilangkan tanda hitam dan pigmentasi di kulit.
> Masker Kentang : Dapat melembutkan dan memutihkan kulit.
> Masker Tomat : Dapat menghaluskan dan melicin

Lakukan perawatan scrubbing khusus untuk wajah (banyak dijual di toko-toko produk kesehatan dan kecantikan) sekurang-kurangnya 1
atau 2 minggu sekali. Kenakan masker sesuai jenis kulit dan kebutuhan Anda (berminyak,
berjerawat, kering atau yang mengandung pemutih dan Iain-lain). Gunakan cream tabir surya pada pagi dan siang hariserta cream
malam yang mengandung pemutih.
Tapi perlu diingat, bila wajah sedang mengalami perawatan dengan zat pemutih, sebaiknya hindari
terpaan langsung sinar matahari karena malah akan membuat iritasi kulit. Atau Anda juga dapat
melakukan perawatan peeling. Perawatan ini harus berhati-hati karena akan mengelupaskan
kulit secara cepat dan sering berakibat iritasi atau kerusakan pada kulit bila penggunaannya
tidak berhati-hati. Terlebih lagi bila jenis kulit wajah Anda tergolong sensitif. Satu hal lagi, bila mengenakan cream pemutih sebaiknya jangan melupakan bagian leher.

CARA MEMUTIHKAN KULIT TUBUH
Lakukan luluran atau srubbing secara teratur (1atau 2 minggu sekali) agar sel-sel kulit mati penyebab kulit kasar dan kusam akan terangkat dan terkelupas. Cara ini akan mempercepat pergantian lapisan sel-sel kulit yang lebih muda
yang dengan sendirinya akan menjadikan permukaan kulit akan tampak segar dan bercahaya. Jangan lupa memakai cream
sunblock setiap kali Anda ke luar rumah pada pagi dan siang hari, agar kulit terlindung dari sinar UV. Pada malam hari kenakan krem
pelembut raga (body lotion) yang mengandung pemutih.

Surat untukmu.... hati

Untukmu hati yang sedang merasakan lara......

Karena salah mengartikan cinta,memberikan segalanya pada yang dicintai hingga meninggalkan bekas yang tak mudah dihapus
sejarah hidupmu. Melupakan sesuatu yang harus dijaga hingga meninggalkan luka yang tak mudah
dihapus tinta sejarah hidupmu...

Hati......
Mengapa tak kau relakan sejenak pada apa yang kau kira tak baik untukmu...?? Jika sulit, endapkan beberapa saat rasa tak terimamu pada apa yang kau jalani.

Untukmu hati yang sedang berusaha tegar....
Ketika hari berjalan terasa berat karena ada ketersiksaan di dalam dada, sulit dilukiskan oleh kata
karena perasaan yang bicara.
Ketika sulit sekali untuk menerima,kadang sering mampir pikiran dan perandaian. Dalam hidup ini ingin sekali kau
meraih keikhlasan. Kau menginginkan yang terbaik dikisahmu ini...

Hati......
Luka yang telah dia toreh untukmu, biar esok ia menjadi kasih sayangmu padanya. Biarkanlah
mengalir dzikir dikidung doamu agar sakit yang kau rasa biar menjadi penawar dosamu. Doa dan
selalu berdoa pada-Nya adalah kunci yang tak pernah mati bagi hati yang tersakiti.

Untukmu hati yang sedang bimbang....
Kau selalu memohon tentang dia....
Bila dia untukmu maka dekatkanlah dan arahkanlah hatinya untuk menerimanya.
Namun jika menolaknya, lewat
angin....afirmasikanlah bahwa dia tak layak untukmu.

Hati.....
Takdir itu milik-Nya. Usaha dan doa milik kita.
Allah Maha Melihat bentuk ikhtiar kita. Ketika Allah telah mengafirmasikan semua
doamu, apalagi yang kau ragukan...??
Mata boleh menangis tapi hati tetap ridho akan ketetapan Allah. Yakini Allah akan memberi ganti yang lebih baik.

Hati....
Allah tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Allah nggak selalu memberikan apa yang kita inginkan tapi yakinlah Allah selalu memberikan yang kita butuhkan. Semoga Allah mengganti
yang telah hilang dan telah pergi. Semoga Allah memberi kesabaran di hati...

Hati.... Akupun sebagai nurani tak lepas doa untukmu.

Ya Allah aku (hati n nurani) berlindung pada-Mu
dari kegelisahan dan kesedihan. Diantara kelemahan hati ini tak bosan ku memohon kekuatan untuk tetap merenda harapan. Agar
bisa bahagia walau tanpa bersamanya. Gantikan yang hilang dan tumbuhkan yang telah patah, ku
ingin bahagia di dunia dan akherat.
Pada-Mu ku mohon segala. Jaga selalu hati ini ya Allah.....

La tahzan (jangan bersedih)... Biarlah bayangnya menjadi gambaran hitam untuk putihmu. Allah udah mengafirmasikan, mungkin dia tak layak untukmu.....
La tahzan....tamie.

Minggu, 07 Desember 2014

DO NOT DISTURB : BEING SUICIDE

Me:  Excuse me,  sir,  can you....

A man who stand on the outskirts of the bridge:  please,  dont stop me.

Me:  Oh,  okay!

A  Man:  Okay?  You will not stop
me?

Me:  Nope!

A  Man:  Why not?

Me:  What the bussiness?  I just want to take a photo.

A Man:  Hah?

Me:  Listen. Look at the mix of reddish sky that dominates the slopes,  rock until the steels of bridge. This painting i wanted to capture by camera. But one that block it.  That is you!

A Man:  Do you understand what i'm doing?

Me:  Yes.  You blocked my perfect photo object.

A Man:  Do you see it,  dont you?

Me:  Flip -flops?

A Man:  Nooo!!  This is.  It bound in my right leg.

Me:  Oh,  that paper?  Why?

A Man:  Why?  You greeted someone who stand on the outskirts of the bridge with - and this is not a paper - this is a letter in laminated,  bound in the leg.
Dont you think it's weird?

Me:  Not really.

A Man:  Are you reporter,  arent you?  Oh,  you are not.  That is digital camera,  right?

Me:  Cannon Powershot A70.  It's beautifull,  right? I bought it last week.

A Man:  Dont you think if i possiblely  intend being suicide?

Me:  Of course.

A Man : So,  why you dont tried to stopped me?

Me:  But you said "dont ", right?

A Man:  Didnt important what i've to  said.  But you wont   right?

Me:  Yes,  i wont!
A Man:  Why?

Me:  Why you want to know?

A Man:  Heh!  I am want being suicide.  And I have to know why there are people who don't want to stop me!

Me:  Suicide is your choose, right?  Whatever! 

A Man:  Then!  See?

Me:  Eh?  No.  See what?

A Man:  I've bored with a world where the humans was unreasonable.  I will suicide as a protest.

Me:  So polite you give that stuff by your leg!

A Man:  Oh,  now you more care about manner? Do I before jump have your permission first?

Me:  I can't read,  sir. Your writes like scribble.

A Man:  Don't joke!!  I read it for you.  'Sorry!  I can't stand anymore.  I've tired.  World.... 
Why you laughing?

Me:  Nope.  I was looking for seamless way to talk that your writing like elementary school created.  But I know,  if you offended,  you will suicide.

A Man:  Ha. Ha. What an elementary school?

Me: Come on... "sorry!  I can't stand anymore ". Better you don't have to suicide.  It's not bad to be example for a childrens about how important then education it is.

A Man: Are you looking for trouble?

Me:  No.  I was looked for my photo object who impossible I take anymore.  Damn it! 
( Step to go )

A Man:  Heh.  Where are you going?

Me:  not your bussiness!

A Man:  Hei.  Hei. 

Me : What??!!

A Man:  The photo will not good.  The blacklight too big,  that can damage of photo results.

Me;  Everyone also knows.  Just use otomatic function,  that's all.

A Man:  That's wrong.  You better used manual focus if you want to take the photo of landscape.
Auto focus relying on the subject contrast and only lead to the brightness,  middle And details.  You are too lazy to know,  if the corner from here too sharp.  You must come down first to get a better view.

Me:  Ahh,  I am....

A Man:  You are the type of person who finger itch,  just want zoom subject then capture it from highest.

Me:  What's wrong with that?

A Man:  High and space of camera can take a big effect to perspective as clarity of the subject and the background is too prominent.  Also zoom,  can be functioned more than cut the frame,  you know?

Me:  What do you mean?

A Man:  Essentially,  better You sale that camera and looking for another hobbies who suit with you.  Fishing,  the example.  In the murky water I guess.

Me: Who is looking for trouble now?

A Man:  You're welcome.
(Jump )
( Hearing shrill sound and object collided )

Me:  Damn it!! 
(Leaving with annoyed )

Donna ( 655 words )
Translated by tamie  ^_^v